Angkot Demo, Berkah Bagi Pengemudi Ojek

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Buntut aksi demo ratusan sopir angkutan kota (angkot) Bogor dari 23 trayek lintas jurusan, Selasa (6/10/2015), ribuan calon penumpang terlantar. Mereka hanya bisa pasrah berdiri di pinggir jalan berharap ada angkot yang mau mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Siti Romlah (45), warga Tapos, Ciampea, mengeluh dengan aksi demo tersebut. Pagi itu, ia bersama anaknya Fani agustina yang sedang hamil sembilan bulan.

"Saya mau ke PMI, ngantarin anak saya. Soalnya besok mau melahirkan," ujarnya saat ditemui Transbogor di Sukasari.

Dirinya tidak tahu, kenapa para supir mogok. Setiap dia naik angkot, di tengah perjalanan kerap diturunkan.

"Ada apa sih ini, bikin susah orang saja," gerutunya.

Dari pantauan media online ini, terhitung hingga pukul 02.00 wib, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui DLLAJ belum mengambil tindakan menurunkan armada bantuan untuk mengangkut penumpang yang terlantar.       

Sementara itu, unjuk rasa yang disertai aksi mogok pengemudi angkot membawa membawa berkah tersendiri bagi sebagian tukang ojek yang biasa mangkal di dekat Terminal Laladon.

Sebut saja Ujang. Ia yang tiap pagi hanya menuai rejeki rata-rata Rp50 ribu, kini bisa mendapatkan pendapatan lebih hingga Rp150 ribu.

"Banyak penumpang yang minta diantar dari Laladon ke Terminal Baranangsiang. Taripnya pun terpaksa saya sesuaikan hingga Rp20 ribu. Yang pasti, ada untungnya dengan adanya demo seopir angkot,” ujar Ujang. (feri/ek)

.