Waspada! Hujan Angin, Bogor Langganan Longsor

©net
Untung Maryono

Transbogor- Meski belum memasuki musim penghujan, Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono minta kepada jajaran camat dan lurah, hingga masyarakat untuk tetap siaga.     

“Menurut saya, kan lebih bijak bila kita melakukan antispasi bencana, mengingat hujan angin dan petir sempat merobohkan beberapa pohon, Rabu (7/8/2105) baru-baru ini,” tuturnya saat dimintai tanggapan melalui telepon, Kamis (10/8/2015).     

Kata Untung, perlu kerja sama lintas elemen di masyarakat untuk lakukan pencegahan bencana. Dia juga akan minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor ikut melakukan antisipasi dini, seperti penebangan pohon dan antisipasi longsor.

“Bencana alam setiap saat bisa terjadi. Apalagi, catatan menyebutkan, tidak sedikit pohon tumbang yang menimbulkan korban. Oleh karena itu perlu kewaspadaan semua aparat, karena  bencana alam seperti longsor, banjir,  pohon tumbang, dan angin puting beliung yang akan nengancam beberapa wilayah,” ucap Untung.

Masih menurut dia, Kota Bogor ada puluhan titik rawan bencana yang terdeteksi. Bencana yang paling sering terjadi di Kota Bogor, umumnya rawan longsor. Selain itu, ada pula beberapa wilayah yang rawan pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.

"Daerah rawan longsor misalnya di Bogor Tengah, Bogor Selatan dan Bogor Barat. Sementara, daerah rawan banjir biasanya berada di sisi Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung maupun aliran sungai kecil dari keduanya seperti di daerah Tanah Sareal, Bogor Barat, Bogor Timur dan Bogor Utara,” ucapnya. "

Menurut dia, harus ada langkah dari Pemkot Bogor terkait semakin maraknya pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah dilakukan. Sebab, pembangunan gedung atau ruko berpotensi merusak lahan sehingga tekstur tanah menjadi lemah yang bisa mengakibatkan longsor.

"Yang perlu diperhatikan, jangan sampai pembangunan infrastruktur yang sedang marak-maraknya ini malah semakin membuat sejumlah wilayah di Kota Bogor rawan bencana karena pembangunan yang tidak ramah lingkungan," tutupnya. (sep/ek)

.