Ratusan Waralaba Cuma 70 Berizin, Siapa yang Bermain?

©net
Ilustrasi

Transbogor – Kendati sudah ada payung hukum daerah, namun merebaknya waralaba di Kabupaten Bogor tetap tak bisa dibendung. Ironisnya lagi, sejauh ini tidak dimiliki data pasti terkait jumlah mini market yang tersebar. Bahkan dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) danh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memiliki data yang berbeda dan satu sama lain mengklaim yang paling benar.      

Dari catatan Diskoperindag, jumlah minimarket yang beroperasi saat ini beroperasi mencapai 500 waralaba. Sementara, Satpol PP mengklaim berhasil mendata sebanyak 800-an minimarket. Mirisnya, dari ratusan toko modern yang sukses mengungguli warung kecil di banyak tempat tersebar, ternyata hanya 70 waralaba yang sudah mengantungi izin lengkap maupun masih dalam kepengurusan.

Nah, siapa yang bermain dalam urusan menjamurnya waralaba hingga berjumlah ratusan?  Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Sudeni mengaku prihatin. Dia mengatakan menyayangkan adanya perbedaan data tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bukti dari ketidak seriusan eksekutif dalam melakukan tupoksinya. "Kita juga belum dapat data pasti soal hal ini. Kita sayangkan hal ini bisa terjadi seharusnya sebagai leading sektor mereka bisa menhandle hal ini. Kita sendiri terus meminta agar masalah minimarket terutama perizinannya bisa segera diselesaikan," paparnya kepada Transbogor, Kamis (7/10/2015).

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan, keberadaan minimarket harus terus diawasi karena bisa mengancam kelangsungan ekonomi masyarakat kecil, terutama yang berdekatan dengan lokasi usaha waralaba tersebut. "Karena itu, sesuai amanat Perda Nomor 11 tahun 2012, eksekutif harus menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada dalam Perda tersebut, khususnya soal penyediaan lahan bagi UKM disekitarnya," imbau politisi NasDem ini. (rifan/ek)

.