Sebuah Mortir Ditemukan di Kuburan

  foto:ilustrasi

Tasikmalaya, Trans Bogor

Petugas kepolisian mengamankan lokasi penemuan satu mortir yang masih aktif dengan memasang garis polisi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (28/1).

Kepala Polsek Cigalontang AKP Idan Wahyudin di Tasikmalaya mengatakan, mortir yang ditemukan warga itu belum dapat dievakuasi secara sembarangan karena khawatir meledak.

"Mortirnya masih di TKP, kami menunggu tim Jihandak dari Brimob Polda Jabar untuk mengevakuasi mortir itu," katanya.

Menurut Idan, mortir itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang menggali tanah kuburan di areal pemakaman Desa Naggerang, Kecamatan Cigalontang, Senin (27/1) petang.
Penemuan benda tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian, selanjutnya anggota Polsek Cigalontang bersama Polres Tasikmalaya langsung melakukan pengamanan.

Berdaya Ledak Radius 100 Meter
Idan juga mengimbau warga untuk tidak melintasi garis polisi di tempat tersebut karena dapat membahayakan. Mortir yang akhirnya dapat diamankan tersebut sejauh ini masih dalam proses penyelidikan. Namun diperkirakan, mortir tersebut merupakan peninggalan zaman perang atau, masa penjajahan di Indonesia yang kemudian terkubur tanah. Tetapi patut juga dicatat, jika wilayah tersebut pernah juga menjadi markas persembunyian kelompok pemberontak DI/TII.

"Makanya warga harus hati-hati karena diperkirakan masih ada bahan peledak lainnya yang tertimbun tanah," pesan Idan.

Sementara itu Komandan Koramil Cigalontang, Kapten Cucu Saefudin menambahkan, sebuah mortir yang ditemukan warga memiliki daya ledak sampai radius 100 meter. Menurut dia, mortir tersebut berjenis peluru roket darat tipe 60 dengan panjang sekitar 30 cm yang dinilai berbahaya jika meledak.

"Diperkirakan memiliki daya ledak sampai radius 100 meter, makanya ini mortir berbahaya," katanya. (wid/ant)



.