Janji Ingkar Pemkab, Ratusan Warga Tanggung Derita

©net
POTENSI LONGSOR : Akibat pergseran tanah, ancaman longsor setiap saat mengintai warga Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg, Bogor.

Transbogor - Ratusan warga Kampung Pageleseran, Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg, korban pergeseran tanah yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal direlokasi, ternyata cuma bisa menelan kekecewaan. Meski anggaran sudah parkir dalam APBD tahun 2015 ini. Namun, hingga kini, tidak ada tanda-tanda janji tersebut bakal ditepati. Camat Cigudeg, Acep Sajidin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, anggaran untuk relokasi memang sudah disiapkan Pemkab Bogor, namun belum bisa dilaksanakan karena terbentur sejumlah kendala.

"Salah satunya penganggaran dana yang dimasukan dalam pos bantuan sosial (bansos-red). Jadi mungkin BPBD takut salah penggunaannya di mata hukum jadi harus minta rekomendasi dari Kejaksanaan Negeri (Kejari) Cibinong," paparnya kepada Tranbogor, melalui sambungan telepon, Kamis (7/10/2015).

Sekedar diketahui, kejadian longsor hingga menimbulkan pergesaran tanah sudah terjadi sejak tahub 2011 lalu. Warga, sebelumnya menyambut antusias janji relokasi itu, karena longsor bukan saja memorakporandakan 200 rumah warga di sana, tapi juga membuat kontur lahan yang mereka diami mengalami kemiringan akibat geseran. Kemiringan itu dianggap membahayakan dan tidak layak lagi dihuni. Warga pun kini semakin khawatir, karena tebing gunung yang berada di atas pemukiman warga, sebelumnya sudah retak sepanjang 100 meter.

“Sudah bertahun tahun kami menanti dan terus menanti, namun janji merelokasi kami ke daerah yang lebih aman, tidak kunjung terwujud. Apa pemkab sengaja melontarkan janji gombal,” keluh Sadih (50), salah seorang warga.

Dikatakan Sadih lagi, pasca bencana yang terjadi pada 2011 lalu, warga Kampung Panggeleseran dijanjikan akan dipindah ke Kampung Jawa, tak jauh dari tempat tinggal mereka sekarang. Kampung Jawa sendiri merupakan wilayah pilihan, dimana lahannya sudah dikuasai oleh Pemkab Bogor setelah melakukan tukar guling ruilslag dengan PT Perhutani. (rifan/ek)

.