Sirkuit, Panggung Perjalanan Hidup Chaesar Philip

  Ā©feri
Chaesar Philp Setiawan

Transbogor.co – Lahir dari keluarga pembalap membuat Chaesar Phillp Setiawan familiar dengan adu kebut di sirkuit. Sejak usia enam tahun, sang ayah Morry Hilly (54), sudah mengenalkan dunia balap ke anak lakinya.

"Usia enam tahun, kalau saya  lagi balap, chaesar selalu saya bawa. Habis balap, chaesar saya taruh di depan motor terus saya bawa kebut," kenang Morry kepada Transbogor, Jumat (9/10/2015)

"Umur enam tahun, dia juga suka mainkan gas. Gayanya seperti mau balap," timpal sang bunda Rina Setiawati.

Karena sudah terbiasa sejak kecil berkenalan dengan dunia otomotif membuat chaesar jatuh cinta olahraga ini. "Saya akhirnya jadi hobi. Balapan sangat menantang apalagi bisa naik podium," ujar mahasiswa jurusan komunikasi di Universitas Nasional (Unas), Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Pria yang mengidolakan pembalap Italia, Valentino Rossi ini pun menambahkan bahwa ayahnya yang menjadi inspirasi sekaligus spirit pada dirinya.

"Ayah saya banyak memberikan masukan-masukan ketika saya sedang balapan. Pun usai balap. Kekurangan saya senantiasa kita koreksi bersama," jelasnya.

Dari berbagai balapan yang pernah diikutinya, ia pernah naik podium pada tahun 2012 di Sirkuit Sentul pada kategori Matic 150 cc Tune Up (red. kelas pemula).

"Saya senang, sebab itu raihan piala pertama saya. Saya jadi terpacu untuk berprestasi lebih jauh lagi. Target saya, saya ingin menjuarai balapan tingkat asia,"pungkas pria kelahiran 21 tahun ini. (feri/ek)

.