Kata Sekda, Tidak Pernah Pempov DKI Surati Pemkab

©net
Ilustrasi

Transbogor.co – Kabar Dinas UMKM Provinsi DKI Jakarta sudah melayangkan surat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar pabrik makanan berbahaya yang berlokasi di Bumi Tegar Beriman ditutup, dibantah Sekda Adang Suptandar.  

Kepada Transbogor, usai Rapat Paripurna penetapan Raperda HIV/AIDS, penyampaian nota R-APBD dan Penyertaan Modal Tambahan kepada BUMD PT Sayaga Wisata, Jumat (9/10/2015) lalu, Adang mengaku baru tahu soal surat tersebut.

"Surat apa? Gak ada setahu saya. Justru saya baru tahu ada surat itu. Coba dicek ke Diskoperindag," paparnya.

Didesak soal penindakan terhadap industri tersebut bila benar ada, pihaknya berjanji akan segera menindak lanjuti. "Ya kalau ada tentunya kita kembalikan kepada Undang-undang (UU). Kalau memang harus ditutup ya kita tutup," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudin, terkejut saat dikonfirmasi Transbogor mengenai hal ini. Menurutnya, jika memang benar, maka ini harus menjadi bahan evaluasi Pemkab Bogor. "Yang betul? Kalau benar maka ini harus menjadi prioritas utama dan ditindakan para pelaku usaha yang curang itu akan berdampak buruk terhadap kesehatan," paparnya.

Yuyud juga sedikit mengkritisi soal pembinaan yang dilakukan Diskoperindag sebagai leading sektor dalam hal ini. Menurutnya, jika pembinaan dilakukan secara benar dan terarah, kelakuan curang para usahawan dibidang ini bisa diminimalisir.

Sebagai informasi, sepekan sebelumnya diwartakan, di kawasan Lenggang, DKI Jakarta sempat beredar makanan berbahaya yang mengaqndung boraks dan formalin. Menurut pihak Pemprov DKI Jakarta, setelah ditelusuri, pabrik makanan tersebut diketahui di Kabupaten Bogor. Pempov DKI melalui Diskoperindag mengaku sudah melayangkan surat ke Pemkab Bogor, namun belum ada jawaban hingga saat ini berita ditulis, Sabtu (10/10/2015). (rifan/ek)   

.