Dewan Nilai Kinerja Diskoperindag Jeblok

©net
Muhammad Rizki

Transbogor.co – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Rizky geram dengan kinerja buruk Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), yang dianggapnya berkinerja tak becus.

"Kalau benar surat dari UMKM Provinsi DKI Jakarta itu benar, ini berarti ada yang tidak beres dalam pembinaan Diskoperindag. Pembinaan yang katanya terus dilakukan setiap tiga bulannya kurang optimal atau memang hanya sekedar lips service. Kalau begitu, rombak toal saja seluruh jajaran di Diskoperindag, mulai dari kadis hingga staf-stafnya," gerutu politisi dari Partai Gerindra ini saat ditanya Transbogor soal layangan surat dari Dinas UMKM Provinsi DKI Jakarta kepada Pemkab Bogor, soal penutupan industri makanan yang mengandung zat berbahaya dan banyak beredar di Ibukota, Sabtu (10/10).

Kegeraman Rizky kian menjadi setelah disinggung soal belum adanya laporan tindak lanjut soal data minimarket yang sudah diberikan kelonggaran waktu untuk mengurus izin-izin usaha waralaba itu sebanyak dua kali sejak Perda Nomor 11/2012 tentang Penataan Pasar Tradisional dan Modern diluncurkan medio Desember 2012 silam.

"Ngurus minimarket saja tak becus. Sampai sekarang belum ada laporan soal jumlah dan data minimarket mana saja yang berizin dan belum. Jangan sampai ada kesan Diskoperindag membela pengusaha yang berduit," sebutnya lagi.

Banyaknya ketidakbecusan kerja yang ditunjukan Diskoperindag, sebut Rizky harus menjadi bahan evaluasi bagi bupati. "Kita dari dewan sudah sering mengingatkan mereka soal banyak hal. Tapi tak pernah digubris. Kita minta bupati untuk segera melakukan evaluasi," pungkasnya. (rifan/ek)

.