Puluhan Hektar Tanaman Rusak di Cianjur

  Petani menunjukkan tomat yang rusak terkena pasir dan kerikil erupsi gunung Kelud di Desa Purwodadi Ngancar, Kediri, Jatim, Minggu (16/2). Letusan Gunung Kelud membuat petani tomat di kawasan tersebut merugi akibat tomat rusak terkena abu vulkanik pasir dan kerikil dan tidak layak jual. foto: antara

Cianjur, Trans Bogor -  Puluhan hektar tanaman cabe merah dan tomat milik petani di Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat erupsi abu vulkanik.

Akibatnya petani di wilayah tersebut terancam gagal panen dan merugi hingga puluhan juta rupiah, kata Lilis Sumiati (42), salah seorang petani di Cianjur, Minggu (16/2/2014).

Dia mengakui bahwa tanaman cabai dan tomat miliknya mengalami kerusakan dan kering.

Erupsi abu vulkanik dari Gunung Kelud yang jatuh di wilayah tersebut, menyebabkan daun cabai dan tomat gugur dan buahnya berjatuhan. Rencananya satu pekan ke depan lahan seluas satu hektar miliknya siap panen.

"Selang satu hari terkena abu vulkanik itu, tanaman tomat dan cabai yang akan dipanen pekan depan kering. Abunya mengendap di bagian daun dan sulit dihilangkan," katanya.

Dia mengaku, tanaman cabai yang ditanam di atas lahan tersebut, sebanyak 2.000 pohon, sedangkan tomat sebanyak 2.500 pohon, dengan modal awal Rp7,75 juta.

"Belum pupuk dan pengeluaran untuk buruh tani yang lain bisa sekitar belasan juta rupiah. Bahkan, kalau panen bisa sampai Rp30 juta karena harga cabai merah dan tomat sedang bagus," ujarnya.

Gagal penen akibat abu vulkanik tersebut, dialami Ridwan (33) petani lainnya. Tanaman cabai dan tomat miliknya yang telah berusia 70 hari, mengering dan mati, rencananya dalam beberapa hari ke depan akan dipanen.

"Kami tidak tahu awalnya kenapa, ribuan pohon cabai tiba-tiba mengering dan hari ini daun serta buahnya berguguran, awalnya kami pikir kena hama. Setelah ditanya ke petugas PPL, katanya akibat abu vulkanik," keluhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Suhara mengatakan, abu vulkanik memang dapat merusak tanaman sayuran jika abu tersebut lama mengendap.

"Apalagi jika wilayahnya berembun, sehingga membuat abu vulkanik mengendap. Dampaknya daun tanaman akan berguguran dan mengering. Sebenarnya masih bisa diselamatkan kalau petani melakukan penyemprotan," ujarnya.

Terkait keluhan warga di wilayah tersebut, pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Pertanian Cianjur untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen yang dialami petani sayuran di Cianjur.

"Kami mengimbau agar petani rajin menyemprot tanamannya yang terkena abu vulkanik. Kalau dibiarkan maka tanaman akan mati dan dipastikan akan mengalami gagal panen," ucapnya. (adh/ant)

 

.