Klaim PT Antam Rugi Rp 1 T Dinilai DPR Janggal

©net
Adian Napitupulu

Transbogor.co – Klaim PT Antam yang telah merugi hingga Rp1 triliun per tahun karena ulah penambang liar atau gurandil di area Gunung Pongkor dinilai janggal oleh DPR. Sebab, hal yang dianggap tidak masuk akal, karena penambangan yang melibatkan ratusan tenaga masyarakat itu sudah berlangsung sekitar 20 tahun.

“Jika kerugian yg dialami Antam sampai Rp 1 T pertahun atau Rp 20 T sejak beroperasi, maka pembiaran terhadap bandar  besar “pencurian” itu selama 20 tahun merupakan kejahatan besar,” ungkap Anggota Komisi VII, Adian Napitupulu dari Fraksi PDIP melalui teolepon, kepada Transbogor, Senin (12/10/2015).    

Mantan aktivis mahasiswa, sekaligus Ketua Forkot ini mengatakan, kegiatan penambangan tradisional itu melibatkan tenaga ratusan warga. Jika PT Antam mengaku merugi, sambung Adian, artinya Pemkab Bogor pun bakal kehilangan pendapatan dari sektor tambang pertahun Rp100 miliar. Angka tersebut, nilainya

nyaris sama dengan pendapatan di sektor ini yang ditarget tahun 2015 Rp109 miliar. Wakil rakyat dari Komisi VII ini menduga ada kejanggalan dan pembiaran yang dilakukan hingga berjalan bertahun-tahun.

“Dalam kesempatan berkunjung, masyarakat serta isteri-isteri dari masyarakat yang ditahan juga berkesempatan sampaikan aspirasinya secara langsung pada anggota DPR,” ungkap wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor.

Masih kata Adian, terkait harapan yang disampaikan masyarakat itu, menurut Adian, DPR akan berupaya supaya usaha pertambangan rakyat dilegalkan. Dengan begitu, tidak ada lagi penangkapan dan penahanan warga karena tuduhan pidana pencurian.

“Upaya pemberdayaan masyarakat, maka pihak DPR meminta Antam untuk berkoordinasi dengan Bupati dan ESDM terkait dengan ijin pertambangan Rakyat, agar Rakyat tetap bisa tetap mencari emas, namun tidak dikejar dan dianggap pencuri,” pungkasnya. (eko)

.