Dinamit Denmark Dijinakkan Pasukan Prancis

©net
Olivier Giroud

Tuan rumah Piala Eropa 2016, Prancis terus melanjutkan tren positif mereka dengan meraih kemenangan 2-1 dalam laga uji coba internasional saat melawat ke markas Denmark, Senin (12/10/2015) dini hari WIB.

Di paruh awal, Sepuluh menit pertama laga mutlak didominasi Prancis, dengan bukti keunggulan dua gol yang mampu mereka ciptakan melalui sepasang aksi Olivier Giroud . Bomber Arsenal itu membuka skor di menit keempat usai meneruskan kreasi Anthony Martial dan menggandakannya dua menit berselang dengan mamaksimalkan umpan silang Lucas Digne.

Kebobolan dua gol barisan pertahanan Denmark kian rapuh, kerap memberikan terlalu banyak ruang bagi para penyerang Les Blues untuk melancarkan tekanan. Antoine Griezmann yang sering bertukar posisi dengan Martial menjadi dua pemain yang gemar menebar ancaman bagi tuan rumah hingga laga memasuki menit ke-20.

Kendati tertekan, Denmark mampu memberikan ancaman di menit ke-28, melalui sepakan Christian Eriksen yang ditepis Steve Mandanda. Dua menit berselang, Prancis kembali mendominasi dan nyaris mencetak gol ketiga andai sundulan Raphael Varane yang menyambut umpan Griezmann tidak menyamping.

Eriksen dan Michael Krohn-Dehli perlahan mampu mengatur ritme permainan Denmark. Membuat Prancis tak lagi leluasa untuk melancarkan tekanan terutama di 15 menit akhir babak pertama dan hingga turun minum, keunggulan 2-0 mereka pun bertahan.

Di laga usai turun minum, Denmark mengawali paruh kedua permainan dengan pendekatan berbeda, sementara Prancis tak mengendurkan dominasi mereka dan terus menebar ancaman termasuk yang datang di menit ke-54, kala sebuah percobaan tendangan Martial masih tipis di atas mistar.

Selepas satu jam laga berjalan, Prancis yang sedikit mengendurkan serangan berusaha dimanfaatkan tuan rumah untuk semakin mengembangkan permainan. Kesulitan menyerang secara terbuka, ancaman melalui eksekusi-eksekusi bola mati menjadi andalan Denmark.

Bukannya Giroud yang membuka dua gol keunggulan Prancis, menjadi sosok yang kerap membahayakan pertahanan Denmark, tapi justru Martial. Youngster Manchester United itu konsisten menghadirkan tekanan dan hampir mampu menambah keunggukan timnya di menit ke-74.

Masuknya Alexandre Lacazette yang menggantikan Giroud di sepertiga akhir permainan tak mengurangi ketajaman Prancis, langsung mendapat kans di menit ke-78 meski eksekusinya masih melambung. Erik Sviatchenko memperkecil ketertinggalan Denmark di pengujung laga, namun tak cukup waktu bagi tuan rumah untuk meraih hasil lebih baik. (goal)

.