Bora, Wadah Pemersatu Penyayang Reptil

  ©feri
BORA : Inilah para anggota komunitas reptil yang tergabung di Bora.

Transbogor.co – Banyak orang beranggapan binatang reptil seperti ular, kadal, dan biawak adalah hewan yang berbahaya. Tak jarang pula ada yang merasa jijik dan geli dengan hewan reptil.

"Semua anggapan itu tidak selamanya  benar. Untuk itu Bora lahir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa binatang reptil itu tidak berbahaya asalkan kita tahu saja caranya merawatnya," ujar Wakil Ketua Bora, Rian saat ditemui Transbogor, di lapangan Sempur, Minggu (10/10/2015).

Bora, sambungnya, kepanjangan dari Bogor Reptil Addicted, merupakan sebuah komunitas bagi pencinta binatang reptil. Didirikan pada 8 Maret 2014 dengan moto, We Love We Share We Care.

Salah satu misinya adalah mengubah pandangan dan paradigma buruk masyarakat terhadap reptil serta memberikan edukasi. Semua orang, kata Rian, bisa menjadi anggota komunitas Bora.

"Datang saja, kita bisa saling sharing dan berbagi. Untuk menjadi anggota Bora, tidak harus punya reptil kok," imbuhnya lagi.

Memelihara hewan seperti reptil, terpenting katanya, tidak boleh asal dan ceroboh. "Tetap harus diingat,  reptil adalah hewan liar. Insting membunuhnya selalu ada," tandasnya.

Rian mengingatkan untuk tidak boleh main pegang binatang reptil sembarangan. Sebab untuk bisa "akrab", harus tahu tekniknya.

"Kita jangan pegang reptil, tapi  reptil yang pegang kita. Anggap saja anggota tubuh kita adalah rating pohon. Sebab kalau dipegang dengan cara digenggam, gerakannya tidak bebas. Reptil itu akan memberontak," tuntasnya. (feri/ek)

.