John Kerry Berdecak Kagum Liat Istiqlal

  Menlu AS John Kerry (keempat kiri) mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, ditemani Imam Besar masjid itu, KH Ali Mustafa Yakub (ke tiga kiri), Minggu (16/2).. foto: antara

Jakarta, Trans Bogor - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, begitu kagum ketika berkunjung ke Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (16/2/2014). Beberapa kali ia bertanya kepada imam besar Istiqlal Prof Ali Mustafa Yakub terhadap arsitektur bangunan super megah itu. Sesekali ia melihat ke arah bangunan Gereja Katedral yang berada persis di samping Istiqlal.

Kunjungan ini merupakan bagian dari serangkaian lawatan John Kerry ke Seoul, Beijing, Jakarta, serta Abu Dhabi.
Kerry yang tiba di Istiqlal pukul 10.00 WIB pagi ini, didampingi  Ali Mustafa mengelilingi sekitar masjid. Menurut Ali Mustafa, kunjungan Kerry kali ini merupakan kunjungan tapak tilas dari petinggi Amerika Serikat lainnya seperti Barack Obama.

“John Kerry menapak tilas di Istiqlal. Ia kagum dengan bangunan masjid ini,” katanya.


Ali Mustafa yang berbincang-bincang dan menemani Kerry ini pun menjelaskan tentang masjid Istiqlal serta kerukunan umat beragama. 

“Saya terangkan kepada Kerry hubungan antar umat beragama, hubungan antar agama dan budaya, serta tentang masjid Istiqlal sendiri,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Ali Mustafa juga menunjukan bedug yang ada di masjid Istiqlal dan menerangkan bahwa bedug merupakan simbol budaya. Ia menjelaskan bahwa kedatangan agama Islam ke Indonesia tidak menghilangkan budaya lokal, selama tidak bertentangan dengan Islam.

“Kerukunan umat beragama juga dapat dilihat dari bangunan gereja Katedral yang berdampingan dengan masjid Istiqlal,” katanya.

Ali Mustafa pun menanggapi kedatangan Kerry dengan positif. Baginya, kedatangan Kerry ke Istiqlal menunjukan bahwa masjid tersebut mempunyai tempat serta nilai di negara Amerika. 

“Serta dianggap sebagai ikon di Indonesia,” tambahnya.

John Kerry tiba di Indonesia pada Sabtu (15/2) kemarin untuk mengikuti Sidang Komisi Bersama ke-4 Menlu RI di Kementerian Luar Negeri pada Senin (17/2) esok. 

Dalam agenda tersebut, Kerry dijadwalkan akan menandatangani MoU kerja sama triangular dan perlindungan satwa liar serta pemberantasan penyelundupan satwa liar.

Selain itu, di Indonesia, Kerry juga akan menyoroti masalah perubahan iklim yang akan disampaikan di @America. Dalam pernyataan Kerry, seperti yang disampaikan melalui siaran pers, perubahan iklim merupakan tantangan terbesar saat ini. (adh/ant/RO)

 

.