Aktivis Tantang Vimala Hills Uji Publik Soal Amdal

©net

Transbogor.co – Aktivis lingkungan dan pemberdaya Sungai, Imam Wijaya mengatakan ia berniat untuk mengajak pihak Vimala hill untuk berdiskusi dan melakukan uji publik terkait izin amdal dan ditutupnya dua aliran sungai yakni Cililin dan Cilalai.

Megaproyek yang berada di dua desa yakni Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi dan Desa gadog kecamatan Megamendung itu diketahui telah melanggar Garis Sepadan Sungai (GSS). Bukan tanpa alas am ia pun mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2011 pasal 59 yang mengatur tentang sungai. Peraturanb tersebut berbunyi “Pemegang Izin pada ruang sungai wajib melindungi dan memelihara kelangsungan fungsi sungai”.  

“Kana da aturannya, nah vimala hills seenaknya nutup dua aliran sungai,” kata Imam. Aktivis yang juga tinggal tak jauh dari proyek pembangunan Agung Podomoro itu.

Seharusnya Lanjut Imam, ada jarak setidaknya 10 meter dari aliran sungai. Dengan adanya kejanggalan tersebut ia menilai ada oknum pemerintaan yang bermain demi memuluskan proyek tersebut.

“Mungkin ada oknum pemerintah yang main buat ngelancarin pembangunan,” kata dia.

Terkait permasalahan itu, ia bersama rekan aktivis lingkungan lain akan memperjuangkan agar dua aliran sungai serta dua desa yang merupakan daerah resapan bisa kembali seperti biasanya.

“Kami akan perjuangankan agar dua aliran sungai itu bisa kembali dibuka sama pihak proyek,” pungkasnya. (Erick)

 

 

.