Es Goyang, Rasanya Serba Goyang Lidah

©feri
ES GOYANG : Pak Rudin tengah menjajakan es goyang buatannya di Lapangsan Sempur.

Transbogor.co- Es goyang. Sebutan itu tidak asing lagi di telinga penggemar kuliner Bogor. Kendati terbilang jajanan jadul, tapi peminat es goyang tak pernah sepi. Terbukti setiap penjual es goyang lewat, orang rela menunggu antrian. Adalah Rudin (55), warga Garut, Jawa Barat, salah satu

penjual es goyang hingga kini yang masih bertahan.

"Sejak tahun 1976, saya sudah jualan es goyang," kata Rudin saat dijumpai Transbogor di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jumat (16/10/2015).

Dia mengkisahkan, pertama kali jual es goyang di tahun 70-an, harganya masih Rp 5 perak. Lalu naik hingga menjadi Rp 1000. Setiap harinya, ia mengaku bisa menjual 500 potong es.

"Biasanya saya keliling ke sekolah- sekolah. Tapi kalau lagi acara, saya ngetem. Dua jam saja sudah habis,"tandasnya.

Ada sekitar empat rasa es goyang yang Rudin jual. Mulai dari rasa strawberry, ketan hitam, susu dan coklat. Rasanya yang manis dan gurih, membuat es goyang disukai tua dan muda.

"Resepnya dari dulu nggak berubah. Santan dan garam," ujarnya. Pastinya es goyang buatannya sehat, sebab tidak menggunakan bahan pengawet. "Es goyang ini gak pakai pengawet. Hari ini buat, hari ini juga harus habis," imbuhnya lagi.

Lalu, bagaimana membuat es goyang? Tidak sulit! Setelah adonan es dituangkan ke dalam cup kaleng, gerobak yang berisi potongan es batu dan garam digoyang-goyangkan. Dalam hitungan menit, es goyang langsung jadi.

"Kalau pagi, paling cepat lima menit.  Tapi kalau sudah siang dan es batunya mulai mencair, rada lama sekitar 10 menit," terangnya.

Dirinya tidak tahu, sampai kapan ia berjualan es goyang. Dari keempat anaknya, tidak ada satu pun yang mengikuti jejaknya berjualan es goyang.

"Tidak tahu deh, hanya usia dan derap kaki yang bisa me jawabnya," pungkasnya. (feri/ek)

.