Soal Tambang Liar, PMII Kecam Kinerja Jajaran Bupati

©suhanda
TAMBANG LIAR : Meski sadar merusak alam dan tidak kantongi izin, penambangan pasir liar di Rumpin tetap beraktivitas

Transbogor.co- Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor amburadul. Sejauh ini tidak ada niat baik untuk menghentikan penambangan liar. Sebaliknya, meski sudah seringkali dikritisi, pemkab yang dilokomotifi Bupati Nurhayanti malah seolah melakukan pembiaran terjadinya pelanggaran. Hal itu dikatakan Ketua Pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) Badrul Munir kepada Transbogor, Jumat (16/10/2015).  

"Maraknya galian ilegal diwilayah Utara Kabupaten Bogor,selain merusak lingkungan galian liar tersebut juga banyak diresahkan masyarakat,"ujarnya di kampus STAINU Desa Tegal, Kecamatan Kemang.

Dia pun merinci, puluhan galian ilegal yang masih beroperasi diwilayah utara Kabupaten Bogor diantaranya,Kecamatan Rancabungur, Ciseeng, Gunungsindur,Parungpanjang, Rumpin serta Tajurhalang.

“Dari enam kecamatan tersebut hingga saat ini masih melakukan aktivitas penambangan. Pemkab Bogor seharusnya jangan tutup mata,terkait adanya galian liar di wilayah utara harus segera melakukan tindakan,” lanjutnya.

Jika tidak ada tindakan dari Pemkab Bogor, sambungnya, dikhawatirkan penambangan liar diwilayah utara semakin bertambah marak.

“Dari enam kecamatan lokasi galian liar, dua diantaranya Kecamatan Rumpin dengan Parungpanjang, yang banyak merugikan masyarakat. Karena, selama ini  banyak warga yang terserang penyakit ISPA. Selain itu, infrastruktur jalan diwilayah tersebut juga menjadi rusak karena kerap dilintasi kendaraan besar bertonase tinggi,"katanya.

.