Waspada, Jalur Puncak Rawan Longsor

  foto:Dok

Bogor, Trans Bogor
Pengguna jalur Puncak diminta waspada selama musim hujan. Memasuki puncak musim hujan ini, diperkirakan kawasan Puncak akan kembali menjadi serbuan wisatawan yang menghabiskan waktu libur panjangnya. Namun, kegembiraan wisatawan ini dihantui oleh kemungkinan longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu di jalur Puncak.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, dalam kurun waktu seminggu, tiga titik longsor telah terjadi di Jalur Puncak. Ketiga titik itu berada di Riung Gunung, Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, yaitu di Blok Cikamasan, Blok Riung Gunung dan Blok Desel.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur Puncak pun sempat tersendat akibat longsoran tebing setinggi rata-rata 10 meter. Meski tidak sampai menutup seluruh badan jalan, longsor mengganggu arus lalu lintas karena menutup separuh badan jalan. Masih ditambah dengan kabut yang tebal yang menyelimuti kawasan Puncak sehingga membahayakan pengguna jalan.

Longsor di tiga titik tersebut terjadi bergantian hanya berselang beberapa hari selama sepekan terakhir. Kamis (30/1), longsor kembali terjadi di Blok Riung Gunung. Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas di kawasan Puncak sempat terhenti selama dua jam.
 
Kasat Lantas Polres Bogor AKP M. Chaniago mengatakan, evakuasi material longsor dilakukan selama beberapa jam. Selain terhambat hujan yang terus turun dengan intensitas sedang, evakuasi juga terhalang kabut yang tebal. "Oleh karena itu, para pengendara diimbau untuk berhati-hati dan menyalakan lampu utama kendaraan. Apalagi, ini mendekati long week end, sehingga takutnya menimbulkan celaka," ujar Chaniago.

Upaya pembersihan sendiri melibatkan alat berat karena tebing setinggi 10 meter itu memuntahkan material tanah yang lumayan banyak. Bahkan, diperkirakan longsor susulan masih dapat terjadi jika hujan deras terus mengguyur di wilayah Puncak. (wid/den)

.