Ditanya Bima Arya Calon Menteri, Bos PAN Cuma Tersenyum

©net
Bima Arya Sugiarto

Transbogor.co-  Angin reshuffle kabinet sepertinya bakal menguat. Hal itu ditandai dengan ‘makin mesranya’ komunikasi Ketum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Jokowi. Kabar yang diterima Transbogor, setelah sebelumnya pekan lalu kedunya sempat bertemu. Pertemu lanjutan, disebut-sebut bakal kembali dilakukan pekan depan.        

"Pekan depan Pak Zulkifli Hasan bertemu lagi dengan Presiden Jokowi. Membahas isu kekinian, mungkin salah satunya reshuffle," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto saat dihubungi, Jumat (16/10/2015).

Anggota Komisi II DPR ini kembali melanjutkan, kabarnya reshuffle memang sudah didengarnya. Kata dia, akan dilakukan bulan ini. Namun, keterangan berbeda yang diterima Ketua DPP PAN Yandri Susanto, bongkar pasang kabinet akan dilakukan pertengahan bulan November atau setelah gelaran Pilkada Serentak 9 Desember mendatang.

"Reshufflenya belum jelas. Isunya reshuffle itu pertengahan November atau setelah pilkada," tuturnya.

Ditanya benarkah nama Bima Arya Sugiarto masuk sebagai kandidat 5 nama calon menteri yang sudah disdorkan PAN ke Presiden Jokowi? Lagi-lagi Yandi hanya tersenyum. Politikus asal Banten ini juga tak mau bicara banyak soal nama-nama yang disiapkan partainya. Pastinya, kata Yandri, PAN siap diajak masuk ke dalam kabinet.

Pada bagian lain, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga mengelak mengkomentari siapa nama calon menteri yang sudah diajukan partainya ke Presiden Jokowi. Disinggung soal Bima Arya Sugiarto yang dikabarkan masuk dalam bursa menteri asal PAN, lagi-lagi Zulkifli Hasan hanya memberikan reaksi dengan senyuman.

"Kader partai banyak yang mampu. Namun itu (reshuffle) terserah Presiden," kata Zulkifli, Sabtu (17/10/2015).

Bos PAN ini tidak mengelak jika belakangan dirinya kian akrab dengan Jokowi. Dalih Zulkifli, karena dirinya berkapasitas sebagai Ketua MPR, jadi setiap pekan bisa bertemu Jokowi.

Soal pembicaraan reshuffle yang kabarnya bakal menyediakan kursi pemerintahan untuk PAN, Zulkifli akan menghormati apapun keputusan Jokowi nantinya.

"Itu hak prerogatif Presiden, kapan mau reshuffle itu hak Presiden," tuntasnya. (de/ek/ram)

.