Wabup Lama Lowong, Skenario Siapa?

©net
ilustrasi

Transbogor.co-Bogor Tranparency Watch (BTW) menilai, dinamisnya pemerintahan di Bumi Tegar Beriman menjadi indikasi yang kuat adanya yang tidak beresan dalam penyeenggaraan negara. Sikap satu suara yang kerap ditonjolkan seluruh elemen baik eksekutif maupun legislatif dalam kasus-kasus yang melibatkan penyelenggaraan negara menjadi bukti "permainan bagi kue" yang terstruktur dan sengaja diciptakan.

"Memang aneh, kenapa diperlambat seperti sekarang ini. Harus ada yang meng-push soal hal ini. Apalagi sikap dewan yang terkesan tertutup dan seolah ada skenario yang dimainkan. Bukan tidak mungkin, lambannya penetapan ini akibat permainan ter-struktur dari penyelenggaraan negara di Pemkab Bogor," sebut Ketua BTW, Firman Wijaya saat ditemui Transbogor, Senin (19/10/2015).

Menurutnya, kosongnya kursi wabup tekesan sengaja dilakukan untuk dijadikan intrik politis sejumlah kepentinngan. "Padahal, seharusnya kursi itu segera terisi sebagai bentuk sistem pemerintahan yang dinamis. Bukan ter-'struktur' demi kondusifitas semata yang lebih menguntungkan sejumlah golongan seperti saat ini " paparnya.

Sementara itu, politisi dari Demokrat, Moch. Hanafi mengakui, jika keputusan MK sudah mengingkat. Upaya rekomendasi ke Kemendagri soal landasan hukum penetapan wabup yang akan ditempuh, dianggapnya tidak akan berpengaruh signifikan.

"Artinya memang tidak ada halangan yang berarti sebetulnya. Saya sendiri tak paham bagaimana langkah prosedurnya," singkatnya.(rifan/ek)

.