Ealaa, PAN Cabut Pernyataan Ngebet Kursi Menteri

©net
Presiden Jokowi dan Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

Transbogor.co- Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) memproklamirkan dukungannya kepada pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, isu akan dilakukannya reshuffle jilid II kian hari kian bergulir bak bola salju.

Tak jelas dari mana kabar angin itu mulai berhembus. Namun, setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menemui Presiden Jokowi, keyakinan partai berlambang matahari terbit mendapatkan kursi menteri semakin kuat. Kabar sudah diajukannya lima nama calon menteri dari PAN pun tersiar.

Jika sebelumnya, Zulkifli hasan mengatakan, kadernya sudah siap dan banyak yang mampu memperkuat pemerintahan bila terjadi perombakan kabinet jilid II. Belakangan, pernyataan ketua umum PAN dibantah oleh jajaran partainya sendiri.      

Ketua DPP PAN Yandri Susanto meluruskan, meskipun telah merapat ke pemerintah Jokowi-JK, pihaknya belum pernah membahas calon menteri‎ untuk diberikan ke Jokowi.

"Nggak itu, enggak benar," kata Yandri di Jakarta, Senin (19/10/2015).

Informasi yang diperoleh, lima kader yang disebut-sebut telah diserahkan ke Jokowi untuk jadi menteri adalah Taufik Kurniawan, Hanafi Rais, Didik Rachbini, Asman Abnur dan Eddy Soeparno.

Tapi, saat dikonfirmasi soal lima nama tersebut,  Yandri pun membantah. Kata dia, nama-nama itu belum pernah dibicarakan di dalam rapat. Yandri justru heran, kenapa kelima nama kader PAN tersebut bisa diberitakan sudah diserahkan ke Jokowi.

"Reshuffle aja kita belum tahu, apalagi dibahas. Kita enggak tahu, tapi memang belum bahas soal nama itu," kata Yandri.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan, kadernya siap memperkuat pemerintahan.

"Kader partai banyak yang mampu. Namun itu (reshuffle) terserah Presiden," kata Zulkifli sebagaimana dilansir situs berita detikcom, Sabtu (17/10/2015).

Soal pembicaraan reshuffle yang kabarnya bakal menyediakan kursi pemerintahan untuk PAN, Zulkifli akan menghormati apapun keputusan Jokowi nantinya.

"Itu hak prerogatif Presiden, kapan mau reshuffle itu hak Presiden," ujar Zulkifli.

Reshuffle kabinet jilid II ini menguat dan diperkirakan akan digelar bulan depan. Salah satu formasi reshuffle itu adalah bergabungnya PAN dalam kabinet. Dikabarkan, PAN bahkan sudah menyerahkan sejumlah nama calon menteri ke Presiden Jokowi. (lip/ek)

.