Perbaiki Citra, Reshuffle Jadi Solusi

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Hari ini, Selasa (20/10/2015), Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) genap berusia setahun. Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) merilis hasil survei yang menyebut merosotnya ketidakpercayaan masyarakat, hingga tinggal tersisa 54.7 persen.

Penurunan ketidakpuasan itu, diantaranya disumbangkan dari lemahnya kinerja Kabinet Kerja. Ini juga kembali memantikkan prediksi bahwa Jokowi akan segera melakukan perombakan dalam Kabinet Kerja. Menurut Jubir KedaiKopi, Hendri Satrio, sebagai solusi kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet, jadi kebutuhan mendesak.

"Terkait reshuffle, walaupun itu adalah hak prerogatif presiden, patut diistilahkan bahwa keinginan masyarakat adalah presiden melakukan perombakan kabinet," tutur pria yang juga pakar komunikasi politik Universitas Paramadina itu.

Dilatarbelakangi merosotnya faktor ketidakpuasan publik, sambungnya, Jokowi diperkirakan akan mengambil langkah Reshuffle jilid II. Apalagi mengingat kegegalan beberapa menteri yang disoroti karena harga bahan pokok, rupiah, kabut asap serta BBM.

“Reshuffle jilid II akan mendongkrak harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK,”imbuhnya.

Beragam persoalan yang berkembang akhir-akhir ini bisa dilihat secara kasat mata. Di antaranya, permasalahan kabut asap, harga sembako yang mahal, masalah hukum, serta kasus tewasnya aktivis anti-tambang Salim Kancil.

"Saya rasa presiden akan melakukan  perombakan kabinet jilid II. Apalagi ada kaitannya dengan kasus-kasus yang melibatkan parpol pendukung dari segi korupsi," sebutnya.

Kembali pada prediksi reshuffle, Hendri menilai bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke pemerintahan menjadi indikasi akan terjadinya perombakan kabinet tersebut. Hendri bahkan memprediksi PAN akan mendapatkan jatah dua kursi kabinet kerja.

"Dari tipikal PAN, dari kapasitasnya dan kapabilitasnya pengalaman waktu zaman SBY, nampaknya PAN mengincar kursi (Menteri) bidang ekonomi dan sosial. Saya rasa sih akan ke sana, industri atau kehutanan mungkin. Yang di sosial mungkin, pariwisata atau komunikasi," katanya.

PAN, sebutnya, bisa masuk kabinet untuk menjabat sebagai salah satu menteri di bidang ekonomi. Selain itu kader PAN juga dinilai bisa berkontribusi mencarikan solusi kebakaran hutan yang tidak tuntas dengan menggantikan Siti Nurbaya, sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pada kesempatan terpisah, pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ)  Ubedilah Badrun memprediksi tiga parpol akan memberikan sumbangan SDM pada reshuffle kali ini. Selain PAN, dia menyebut PPP, dan PKB juga punya peluang untuk mengirimkan kadernya di Kabinet Kerja.

"Baik PPP,PKB dan PAN akan berkompetisi mempersiapkan calon menteri yang akan diajukan ke Presiden Jokowi," ucap Ubedilah di Jakarta, Minggu (18/10) lalu. (dtc/cnn/ek)

.