Demo PMII Berujung Bentrok

©net
Massa PMII dibubarkan petugas keamanan karena berusaha merangsek gerbang Istana Bogor.

Transbogor.co- Aksi demo satu tahun kinerja pemerintahan Jokowi-JK di Istana Bogor yang digelar mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor, Selasa (20/10/2015) berakhir bentrok. Enam mahasiswa ditangkap polisi, dan satu pengunjuk rasa cidera akibat dihadiahi bogem mentah petugas.         

Unjuk rasa ini semula berlangsung damai dengan orasi mahasiswa yang mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Selang beberapa lama, para pendemo berusaha merangsek dan mendobrak pintu gerbang Istana Bogor, di Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah. Petugas yang berjaga-jaga membuat barikade rantai hidup tidak tinggal diam. Aksi dorong mendorong pun terjadi.

Namun, massa aksi terus melakukan desakan. Baku pukul tak bisa dihindari lantaran aparat keamanan yang berupaya melakukan pencegahan terus didorong mahasiswa.  

Petugas pun membubarkan pendemo. Beberapa pengunjuk rasa yang dianggap motor demonstrasi langsung diamankan petugas. Saat unjuk rasa berlangsung didepan Istana Bogor, kemacetan panjang kendaraan tak bisa dihindari. Alasan itu juga yang melatarbelakangi petugas keamanan membubarkan aksi demo.            

“Kami melakukan aksi damai, tidak anarkhi. Aksi dimana memperjuangkan hak kami sebagai rakyat. Kami minta petugas bisa menghormati suara hati rakyat,” tukas Ketua PMII cabang Kota Bogor Ferdiansyah.

Dia mengatakan, tidak ada yang salah dalam unjuk rasa yang digelar massa PMII. Sebagai warga negara, sambungnya, adalah hak rakyat untuk menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan.

“Setiap warga negara, memiliki hak yang sama untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang disebutnya tidak berpihak pada rakyat kecil,” teriak Ferdiansyah dalam orasinya.   

Kendati berakhir bentrok, massa tetap  melanjutkan aksinya di seputaran istana sambil membawa sejumlah spanduk yang berisi janji pemerintah. (sep/ek)

.