Teten : Setahun Jokowi-JK, Masih Terus Mencangkul

©net
Teten Masduki

Transbogor.co- Tahun mencangkul, demikian Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengistilahkan, bertepatan dengan satu tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.   

Selama satu tahun ini, sebut Tete, Jokowi-JK berkonsentrasi pada pembangunan fondasi yang kuat. Fokus tersebut dipilih di tengah kondisi masa lalu dan ketidakstabilan ekonomi global.

"Momen ini kami gunakan untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat. Sehingga tahun ini memang belum panen, kita baru nyangkul," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (20/10/2015).

Upaya pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat, lanjut mantan aktivis Indonesia Corruption Watch, masih berupaya menekan inefisiensi, memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM), menyederhanakan perizinan, serta melakukan konsolidasi politik dan birokrasi.

Presiden Jokowi, dikatakannya juga terus mendorong pembangunan infrastruktur dan membentuk karakter bangsa melalui gerakan revolusi mental.

"Tahun ini kita juga coba arahkan pembangunan ke depan dengan memperkuat lagi industrialisasi, perubahan dari konsumsi ke produksi. Jawasentris jadi Indonesiasentris," tuturnya.

Teten mencontohkan untuk mendorong swasembada pangan, pemerintah membenahi 52% irigasi yang rusak, distribusi dan tata niaga bibit bersubsidi, serta membangun waduk.

Seiring dengan pembangunan sektor pertanian itu, lanjutnya, pemerintah mengerem opsi impor sebagai jalan pintas menambah pasokan beras nasional. Pasalnya, pemerintah mengklaim sudah tahu persis kapasitas produksi beras nasional.

Apabila dibandingkan dengan kondisi el-nino pada 1997, kondisi tahun ini dinilai relatif lebih baik. Menurut Teten, pada saat itu, Indonesia mengimpor beras hingga 7,2 juta ton.

"Hitungan kita tahun ke-3 atau ke-4 baru kelihatan hasilnya. Misalnya program swasembada pangan," tuntasnya. (kbr/ek)

.