Ini Dia Hasil Survei Setahun Jokowi-JK

©transbogor
ilustrasi

Transbogor.co- Baik atau buruknya kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla disebutkan secara beragam dari sejumlah hasil survei selama setahun masa kepemimpinannya.

Versi survei Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat kepuasan publik hingga saat ini tersisa 51.7%. Artinya, meski ada yang kecewa, namun kebanyakan masyarakat masih berharap lahir perubahan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.     

Selanjutnya, hasil survei yang dilansir Indo Barometer menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi merosot dan kini berada di posisi 46%. Adapun Poltracking Indonesia melansir kepuasan terhadap kinerja presiden Jokowi hanya 45,05%.

“Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi tidak berada di angka tinggi. Namun masih memiliki tren positif,” kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif SMRC, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Kata Hanan, kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi sangat terlihat kalangan publik perdesaan, berpenghasilan rendah, serta ibu rumah tangga. Kalangan pengangguran dan pekerja kasar juga menyatakan pendapat serupa.

Persentase kepuasan itu berbeda untuk Wapres Jusuf Kalla. Survei SMRC menyatakan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wapres JK sebesar 54,7%, Poltracking 42,42%, serta Indo Barometer hanya 37,1%. Sesuai dengan hasil survei-survei tersebut, publik banyak menyorot masalah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya dituntaskan oleh pemerintah.

Sedikitnya ada lima permasalahan ekonomi yang dianggap paling penting di Indonesia. Sesuai hasil survei-survei itu, isu sentral perekonomian terdapat pada sulitnya lapangan kerja, mahalnya harga kebutuhan pokok, meningkatnya kemiskinan dan korupsi, biaya pendidikan yang mahal, serta kurangnya kesejahteraan masyarakat.

Meski begitu, publik mengapresiasi terjadinya perbaikan kondisi pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur oleh pemerintah. “Peran pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur oleh pemerintah terlihat kuat dalam survei tersebut,” kata Hanan.

Survei Poltracking menambahkan mayoritas publik dalam survei (lebih dari setengah jumlah responden) sudah mengetahui sejumlah program pemerintahan Jokowi-JK yang tertuang dalam Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, serta Kartu Keluarga Sejahtera.

“Dan mayoritas publik yang menerima kartu-kartu itu mengaku puas atas pelayanan yang diluncurkan di awal pemerintahan Jokowi-JK,” kata Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yudha.

Selain poin-poin tersebut, kinerja menteri-menteri bidang ekonomi juga menjadi sorotan karena dinilai belum sanggup memuaskan mayoritas responden. “Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri Kabinet Kerja secara umum hanya 7,1%,” kata M. Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer.

Korelasi antara perbedaan hasil survei dengan dengan harapan publik itu juga dikuatkan oleh peneliti politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez. “Harapan kepada pemerintahan Jokowi-JK masih tinggi meski kepuasan menurun,” tukasnya.

Menurutnya, keragaman hasil survei itu muncul dari rentang waktu yang juga beragam. “Kalau opini publik, hari ini dan besok itu berpotensi berbeda,” tutup Arya. (sol/ek) 

.