BPBD Bantu Pengungsi Korban Tanah Longsor Cisolok

  foto:okezone.com

Sukabumi, Trans Bogor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan untuk para pengungsi korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisolok guna memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga satu minggu ke depan.

"Bantuan darurat yang kami salurkan tersebut berupa bahan makanan mulai dari beras, mie instan, minyak goreng, sarden, kornet dan lain-lain," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usmas Susilo, Sabtu (1/2).

 Menurut Usman, bantuan yang diberikan kepada para korban rawan bencana tanah longsor tersebut tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi sebagian sumbangan dari pihak lain seperti Polres Sukabumi dan instansi terkait lainnya. Bantuan itu diberikan kepada warga yang mengungsi dan rawan terdampak bencana tersebut. Tercatat, ada ratusan jiwa yang sudah mengungsi namun mereka tidak menetap sepanjang waktu. Mereka mengungsi hanya dalam kondisi tertentu seperti saat turun hujan dan malam hari atau kondisi cuaca di daerah tersebut bisa berpotensi menimbulkan tanah longsor.

Selain itu, kata Usman, pihaknya juga sudah membuat dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga. Tapi karena kondisi warga banyak yang mengungsi ke keluarganya, maka pihaknya kemudian memberikan bantuan dalam bentuk bahan makanan agar diolah di keluarganya masing-masing.

"Di daerah tersebut kami sudah menetapkan status siaga darurat bencana longsor. Kami juga masih menunggu hasil dari Badan Geologi Jabar yang tengah melakukan penelitian di lokasi rawan bencana longsor itu," tambahnya.

Usman mengatakan pihaknya juga mengimbau kepada warga yang mengungsi untuk menjaga kesehatan masing-masing, walaupun di lokasi pengungsian disediakan obat-obatan.  BPBD Kabupaten Sukabumi berharap warga di daerah rawan longsor itu mengungsi ke rumah keluarganya yang aman, dan tetap akan  diberikan bantuan bahan makanan.

Ratusan Warga Mengungsi

Ratusan warga Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang bermukim di Desa Caringin mengungsi sementara sebagai antisipasi terjadinya longsor yang bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
"Sudah dua hari ini ada sekitar 260 jiwa yang mengungsi, biasanya mereka mengungsi saat turun hujan dan malam hari. Tapi untuk siang harinya mereka kembali untuk melakukan kegiatan sehari-hari walaupun sebagian masih ada yang memilih tinggal di tenda pengungsian," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar, Sabtu (1/2).

Irwan menerangkan, pihaknya juga sampai saat ini masih di lokasi untuk memantau perkembangan pemukiman warga yang berada di lokasi rawan longsor tersebut, bahkan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya pun menyempatkan diri menginap di lokasi rawan longsor itu.

Selain itu, saat ini juga petugas dari Badan Geologi Provinsi Jabar tengah melakukan penelitian langsung di lokasi untuk memeriksa apa daerah tersebut masih layak atau tidak untuk dijadikan pemukiman warga, karena lokasi daerah itu bertebing dan kondisi tanahnya sudah labil. Demi melayani para pengungsi, pihaknya terus menambah tenda pengungsian yang disesuaikan dengan kebutuhan warga dan juga disediakan alat-alat lainnya agar warga yang mengungsi tetap nyaman dan tidak mudah terserang penyakit.

"Kami masih menunggu hasil penelitian dari pihak Badan Geologi Jabar, jika hasilnya nanti pemukiman warga tersebut tidak aman di tempati maka kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Sukabumi, apakah ke depannya akan direlokasi atau mencari solusi yang tepat," tuturnya.

Irwan mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, tercatat ada 79 kepala keluarga yang tinggal di daerah itu, namun hanya ada sembilan kepala keluarga saja yang rumahnya berada di lokasi paling rawan terkena dampak jika terjadi longsor.

"Untuk total warga yang tinggal di daerah itu ada sekitar 303 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan mencari mata pencahariannya di dekat rumahnya," ujarnya. (wid/ant)

 

.