Pasca MA Sahkan PPP Djan Fariz, AMY Bakal Terganjal Cawabup?

©beritasatu
PPP : Ketua Umum PPP Romi bersama Ketua PPP Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh

Transbogor.co- Pasca putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengakui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Fariz, babak baru konflik internal diprediksi bakal berimbas pada pencalonan kepala daerah.  

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya telah merampungkan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 terkait pencalonan. Rampungnya PKPU ini membuat parpol yang berkonflik bisa berpartisipasi di Pilkada jika dua kepengurusan mencalonkan nama calon kepala daerah yang sama.

"Kita menyiapkan gugatan pada KPU apabila dalam pencalonan yang kita terbitkan rekomendasinya ini ada penolakan. Dan, kami yakin atas dasar undang-undang manapun yang kita lakukan, ini benar," kata Romi di sela-sela acara Halal Bi Halal PKB di Ciganjur, Jakarta, Minggu (26/7/2015) silam, saat itu.

Nah, artinya calon kepala daerah PPP kubu Romi berpotensi ditolak KPU. Sebab, putusan MA yang mengesahkan PPP kepemimpinan Djan Fariz tentu akan jadi sandaran rujukan hukum KPU. Hal ini juga akan berimbas pada peluang majunya ketua PPP Ade Munawaroh Yanwar (AMY) sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bogor. Ketua PPP Kabupaten Bogor tersebut dikabarkan berada di kubu Romi dan diketahui mengincar posisi Wabup Bogor.

Sayangnya, saat Transbogor akan mengkonfirmasi melalui telepon genggam Ketua PPP Kabupaten Bogor, Rabu (21/10/2015), AMY diketahui sedang tidak aktif. Demikian juga saat akan diwawancarai di DPRD Kabupaten Bogor, adik kandung mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin tersebut diketahui belum datang. (de/ek)

.