Minimalisir Pengangguran, Bupati Genjot Pelatihan UMKM

©feri
Nurhayanti

Transbogor.co – Sebanyak 21.500 0rang Kabupaten Bogor menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejak Januari lalu. Penyebabnya, karena beberapa perusahaan industri gulung tikar disebabkan biaya produksi tinggi, seiring dengan menguatnya dolar terhadap rupiah.         

Kepada Transbogor, Rabu (21/10/2015), Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, hal itu terjadi lantaran pertumbuhan ekonomi sedang melemah.

"Semua karena laju perekonomian secara global sedang menurun," ujarnya.

Hal itu, sebut Nurhayanti, sudah bisa diprediksi. Pada saat industri mengalami kolaps yang masih bertahan hanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Ada sekitar 15 ribu UMKM di Kabupaten Bogor. UMKM tahan banding, sebab dengan UMKM bisa mendorong daya beli masyarakat menjadi meningkat. Makanya saya mendorong agar UMKM bisa  terus maju dan masyarakat bisa beralih menjadi wirausaha," imbuhnya lagi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) akan melakukan pelatihan-pelatihan kemampuan UMKM. Apalagi ada dana yang dialokasikan dari provinsi dan pusat. Bagaimana pun juga, lanjutnya, bekerja sendiri lebih baik dibandingkan bekerja dengan orang.

"Percuma juga jika UMK tinggi, namun dikemudian hari tutup. Khan yang susah karyawan juga, apalagi mereka yang sudah bekeluarga," bebernya. (feri/ek)

.