Putusan MA Ubah Peta Politik KMP dan KIH di DPR

©net
DPR - ilustrasi

Transbogor.co – Setelah dinyatakan kubu Aburizal Bakrie menang dari hasil putusan Mahkamah Agung (MA) kemarin, Golkar kubu Agung Laksono akhirnya menyatakan pengakuan. Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol, Ace Hasan Syazidly, mengatakan, dengan dikeluarkannya putusan tersebut dia mengakui Golkar yang sah adalah hasil Munas Riau 2009 dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Karena itu, ARB –panggilan Aburizal Bakrie- segera menggelar Munas kembali tahun 2015, sebagaimana hasil rekomendasi Munas Riau.

"Saya secara pribadi patuh dengan keputusan tersebut. Dengan keputusan kasasi tersebut, Munas Bali dan Munas Ancol tidak lagi memiliki legalitas hukum," kata Ace, Rabu (21/10/2015).

Kemenangan Golkar kubu ARB dan PPP kubu Djan Faridz di MA membuat konstalasi peta kekuatan politik antara partai pendukung dan yang bukan kembali berubah di DPR. Kini, tinggal Partai Demokrat yang selama ini merupakan partai penyeimbang menjadi penentunya.

Jika sebelumnya, KMP di DPR berkekuatan 258 kursi. Detailnya Golkar 91 kursi, Gerindra 73, PKS 40, PAN 48, dan PPP loyalis Djan Faridz 6. Sedangkan KIH hanya memiliki 241 kursi, dengan detail PDIP 109 kursi, PKB 47, NasDem 36, Hanura 16, PPP loyalis Romahurmuziy 33. Demokrat dengan 61 kursi tidak dihitung masuk ke kubu manapun.

Kemudian, PAN menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi. Dengan demikian, KIH makin kuat. Total kekuatan KIH menjadi 289 kursi, unggul jauh dari KMP yang tinggal 210 kursi. Hanya saja, PAN yang menyatakan dukungan ke pemerintah masih tetap menghadiri acara-acara KMP.

Dengan kedudukan tersebut, apabila Partai Demokrat yang nonblok merapat ke KMP, jumlah kekuatan koalisi pendukung Prabowo-Hatta itu hanya 271 kursi, masih kalah dibanding jumlah kursi KIH.

Hanya saja, kondisi berbalik setelah putusan MA. Dengan kemenangan PPP kubu Djan, kubu Romi di DPR diprediksi tidak akan lagi bisa berkutik. Diprediksi suara 33 loyalis Romahurmuziy tak lagi bulat, bisa jadi ada yang menyeberang ke kubu Djan yang mengantongi putusan MA. Dengan demikian, KMP memiliki kekuatan 243 kursi sementara KIH mempunyai 256 kursi.

Perbedaan kekuatan KMP dan KIH makin tipis. Ujung-ujungnya, Partai Demokrat yang memiliki 61 kursi menjadi penentu. Jika Demokrat merapat ke KMP, maka jumlah kursi KMP adalah sebanyak 304. Tentu saja ini akan membuat KIH gigit jari jika ada voting di DPR. (kom/de/ek)

.