Dipanggil DPR, Antam Klaim Stok Emas Sampai 2019

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Pendapatan perusahaan tambang plat merah PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diklaim merosot sejak 2012. Dampaknya, kontribusi Antam ke negara pun ikut turun. Pada 2012, kontribusi yang diberikan sebesar Rp 2,4 triliun, seterusnya menurun pada 2013 menjadi Rp 1,9 triliun lalu anjlok pada 2014 hanya Rp 575 miliar.

"Kontribusi Antam kepada negara pada Semester I sebesar Rp 111 miliar. Angka ini bahkan lebih rendah dari angka pada awal 2014. Sebab pada saat itu kita masih bisa ekspor ore yang memberi pendapatan cukup besar," kata Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman, dalam rapat dengan Komisi VII di gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Tahun ini, diperkirakan masih akan mengalami penurunan hingga Rp75 miliar.    

"Semester II nanti besarnya kontribusi akan disesuaikan harga kondisi tahun berjalan. Naik turunnya harga sangat mempengaruhi semua angka-angka ini. Perkiraan kita kontribusi sekitar Rp 500-600 tahun 2015," jelasnya.

Tedy mengusulkan anggota DPR Komisi VII memberi dukungan pada Antam agar bisa kembali mengekspor ore alias bijih. Pendapatan ekspor ore bisa meningkatkan kontribusi terhadap negara mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

"Kami minta dukungan komisi VII agar bisa meningkatkan ekspor ore. Pendapatan dari penjualan ore turun drastis sejak ekspor ore dibatasi, Kita memberi kesempatan ke Filipina dan Australia yang menggencarkan ekspor ore. Ini bisa meningkatkan kontribusi kepada negara sampai lebih dari Rp 1 triliun tetapi harus dilakukan dengan hati-hati," ucapnya.

Masih kata Tedy, wilayah pertambangan emas Pongkor dindikasikan akan habis cadangan tambangnya.

Tedy menyebut, berdasarkan data yang diperolehnya, di titik tersebut hanya terdapat 3,90 juta dry metric ton (dmt). Saat ini cadangan tersebut sudah mencapai 2,92 juta dmt. Sehingga diperkirakan cadangan tersebut akan habis pada 2019.

"Emas cadangannya menurun, total sumber daya 3,9 dmt di Pongkor akan habis 2019," tukasnya.

Oleh karena itu, perseroan saat ini tengah berusaha mencari spot-spot cadangan emas yang baru agar pasokan tidak berkurang. Menurut dia, perseroan saat ini sedang mencari cadangan baru di daerah pegunungan bintang papua, Garut.

"Kami cari cadangan baru di pegunungan bintang Papua, Garut," ucap dia. (me/ek)

.