Anak PRT Diculik Bank Keliling

©transbogor
DICULIK : Komariah memperlihatkan foto anaknya yang diculik, Karlina

Transbogor.co- Komariah (45), warga Kp Bandungan RT 01/RW 04, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menyampaikan keluhan ketidaknyamanan layanan petugas kepolisian Bogor. Kepada Transbogor, wanita yang kesehariannya berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di kediaman Nugroho, tetangganya, merasa kasus penculikan anaknya, Karlina Maulitasari (14) tidak ditindaklanjuti oleh polisi.

Rasa putus asa dialami Komariah. Betapa tidak, saat ia melapor ke Polsek Tamansari, Agustus lalu, oknum petugas malah minta uang Rp15 juta untuk mengurusnya. Merasa tidak bermampuan, akhirnya Komariah memilih pasrah.       

Beberapa waktu sebelumnya, Karlina pernah menelpon secara sembunyi-sembunyi dan diduga saat ini dipekerjakan di Nias oleh pria tak dikenal. Ia mengkhawatirkan, nasib anaknya dijerumuskan di dunia hitam.

“Kejadiannya, 14 Juli 2015. Anak saya Karlina diculik oleh bank keliling bernama Martin. Belakangan saya tahu dia sekarang di Nias. Belum lama ini, Karlina pernah menelpon sambil menangis,” tutur dia di kediamannya, Kamis (22/10/2015).

Selanjutnya, sambung Komariah, 17 Agustus 2015 lalu, ia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamansari. Tapi, ia malah diminta uang oleh oknum petugas.

“Yang minta oknum polisi. Alasannya untuk operiasonal, nilainya Rp15 juta. Karena saya tidak punya, dan cuma kerja sebagai pembantu, saya pun pasrah,” tuturnya.

Terkait telepon Karlina ke telepon gengamnya, Komariah mengatakan, anaknya kini dalam tekanan dan berada di Nias.

“Anak saya belum lama ini telepon pake hape temannya. Dia bilang, sangat takut tinggal di Nias. Dia dipaksa bekerja. Saat saya tanya apakah bekerja di tempat yang haram? Karlina cuma diam dan langsung menangis,” ucap Komariah sembari meneteskan air mata. (feri/ek)   

.