NasDem Gerah, PAN Tidak Berkeringat Minta Jatah Menteri

©detik
KONPRES : Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh saat gelar jumpa pers.

Transbogor.co- Kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN) belakangan ini yang menyatakan dukungan ke Pemerintahan Jokowi-JK, bak aksi pembalap yang mendukung di tikungan. Betapa tidak, belum lama bergabung, PAN sudah mengincar kursi menteri kabinet. NasDem yang sejak semula mengawal perjuangan Jokowi sebelum bertarung di pilpres pun seolah dibuat gerah.   

Sebab, isu reshuffle jilid II menguat setelah PAN mendukung pemerintahan dan momen 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Apalagi, tanpa diketahui, PAN tiba-tiba menyodorkan 5 nama untuk menjadi calon menteri. Hal itu dianggap melanggar komitmen koalisi tanpa syarat.

"Kalau seperti ini, apakah masih bisa disebut koalisi tanpa syarat?" kata politikus NasDem Luthfy A Mutty dalam siaran pers resmi Fraksi NasDem DPR RI, Kamis (22/10/2015).

Dia mengakui bahwa reshuffle kabinet memang hak prerogatif presiden. Hanya saja, Luthfy membandingkan antara PAN yang baru mendukung Jokowi di tengah jalan dengan NasDem yang sudah mati-matian sejak masa kampanye.

"PAN kan baru-baru saja masuk kabinet, kalau kemudian di tengah jalan dikasih jatah kursi menteri apa partai lain nggak marah. Partai-partai lainnya dalam KIH sudah berdarah-darah loh memenangkan Jokowi-JK," ujarnya.

Luthfy mengingatkan Jokowi lagi soal koalisi tanpa syarat ini. Bila mengakomodasi keinginan PAN, Jokowi dianggap tidak konsisten.

"Kalau konsisten tidak perlu (reshuffle) dengan membagikan kursi tersebut," tuntasnya. (det/ek) 

.