Kata Kasatpol PP, Soal Penyegelan THM Butuh Tahapan

©net
TB Luthfi Syam

Transbogor.co- Desakan Kadisbudpar terkait pelanggaran izin rumah bernyanyi ditanggapi langsung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor Tb Luthfie Syam. Kepada Transbogor dalam percakapan teleponnya, Sabtu (24/10/2015), mantan Kadiskominfo ini mengaku tengah melakukan beberapa upaya tegas untuk menertibkan para pengusaha pariwisata tersebut. Terkait rumor dugaan jajarannya berkaitan dengan salam tempel sehingga melakukan pembiaran THM tak berizin beroperasi, Kasatpol PP tersebut juga membantahnya.     

Luthfi menyatakan, dalam hal penindakan, pihaknya tidak mungkin bisa melakukan penyegelan seraca serempak. Selain soal berkas yang harus melalui prosedur teguran 1, 2 dan tiga, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi alasannya.

"Tidak mungkin secara serempak kami eksekusi. Tentunya butuh tahapan,” singkatnya saat dihubungi.

Jika ditemukan pelanggaran, Lutfi berjanji akan melakukan penyidakan  hingga penertiban. “Kami tidak pandang bulu. Jika melanggar maka kami akan tindak tegas,” tukasnya.

Sementara itu, politisi dari Partai Demokrat, Sanukri menyayangkan bukanya kembali salah satu THM yang disegel Satpol PP di kawasan Tajurhalang. Menurutnya, hal ini merupakan pelecehan terhadap otoritas Pemkab Bogor dan harus segera ditindak tegas.

"Secara pribadi, meski bukan ranah komisi saya, tapi saya sangat menyesalkan hal itu. Karena bagaimana pun tindakan Satpol PP merupakan implementasi dari ketegasan Pemkab Bogor dalam menindak pelanggaran aturan," sebutnya kepada Transbogor.

Ia juga mengaku, khawatir hal ini akan berdampak buruk bagi penegakan aturan kedepannya. "Saya tak ingin menjadi hal ini jadi preseden buruk. Jangan sampai ini menjadi contoh bagi pelanggaran lainnya. Karena itu harus segera ditindak tegas sebagai efek jera," imbaunya.Rifan

.