Sebelum Dibunuh, Siswi Kelas 1 SMP Diduga Diperkosa

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Ibu dan kakak korban pembunuhan, Adinda Anggia Putri, siswi kelas 1, MTS Al Mubarak, Jatiluhur, Jakarta Pusat tak menyangka, Kamis (22/10/2015) sore lalu, menjadi pertemuan terakhir. Warga Jalan Bendungan Jatiluhur RT 5/2, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat menurut keluarganya memang kerap pulang petang. Tapi, ia jarang menginap, meski di rumah temannya.  

"Adinda biasanya pulang jam sepuluh atau paling lambat, jam sebelas malam. Tapi kemarin itu ditungguin sampai jam dua belas malam enggak pulang-pulang," kata Angga, kakak korban, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (26/10/2015).

Namun, sambungnya, sejak pergi dari rumah pada Kamis (22/10/2015) sore, Adinda tak pernah pulang sampai akhirnya ditemukan tewas di tengah hutan area Perhutani Petak 17a, RPH Tenjo, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10/2015) lalu.

Saat ditemukan kondisi jenazah Adinda cukup mengenaskan. Korban diduga dianiaya terlebih dahulu sebelum akhirnya dibunuh. Sebab, dari wajahnya membiru, penuh luka dan darah yang sudah mengering. Korban ditemukan masih mengenakan rok seragam SMP dan pakaian dalam atas.

Angga mengatakan, sebelumnya keluarga berupaya mencari korban ke berbagai tempat yang kerap dikunjungi, termasuk rumah teman-teman korban. Namun, hasilnya nihil. “Beberapa temannya mengatakan tidak tahu,” ujar Angga.

Ditempat yang sama, ibu korban, Gariani (53), mengatakan, anaknya memang sering bermain selepas pulang sekolah. Namun, tak biasanya korban tak kembali ke rumah.

"Biasa main tapi enggak pernah sampai nginap. Sejak Kamis sore itu dia pergi bermain enggak tau di mana, terus enggak pulang lagi sampai akhirnya ditemukan di Jasinga," ujar Gariani.

Adinda, sebelum tewas sempat diperkosa oleh pelaku. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Auliya Djabar saat memaparkan hasil otopsi yang dilakukan RS Polri Kramat Jati. Berdasarkan hasil otopsi, terdapat sperma di kemaluan korban. Selain itu, di tubuh korban juga banyak terdapat luka memar akibat hantaman benda tumpul dan cekikan di leher. Selain itu, tulang leher korban patah.“Pukulan dan cekikin ini yang diduga mempercepat kematian korban,” kata Aulia. (ko/ek)

.