Rencana Aksi Mogok Pekerja Tol Besok, Batal

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Rencana mogok pekerja tol, anak perusahaan PT Jasa Marga, PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) mulai besok hingga 20 Oktober mendatang, dipastikan batal. Sebab, sudah ada kesepakatan antara pihak PT Jasa Marga dengan Serikat Karyawan PT JLJ dengan mediator Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Sudah ada kesepakatan akan dilakukan bipartit antara pihak PT Jasa Marga dengan Serikat Karyawan PT JLJ selama sebulan. Komunikasi sebulan itu akan dimaksimalkan untuk mencari solusi. Serikat Karyawan PT JLJ yang diwakili Bu Mirah Sumirat juga memastikan tidak ada demo tutup jalan tol tanggal 28 sampai 30 nanti," kata Tito, baru-baru ini Mapolda Metro Jaya.

Kesepakatan pertemuan itu didapat dari diskusi antara keduanya dengan Tito selama beberapa jam. Hadir Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman dan dari Serikat Karyawan PT JLJ diwakili oleh Presiden Serikat PT JLJ Mirah Sumirat saat pertemuan.

Kepada pewarta, Mirah membantah sebutan pembatalan demo tutup jalan tol. Kata dia, ksepakatan itu hanya melakukan penundaan. Demo tutup jalan tol, sambungnya, tetap akan dilakukan jika dalam waktu sebulan untuk bipartit tidak ada solusi yang memuaskan mereka.

"Tidak ada pembatalan aksi. Kami hanya menunda aksi saja. Dari hasil diskusi tadi, kami inginnya win-win solution. Tapi, kalau tidak tercapai kesepakatan, kami tetap lanjutkan aksi," tutur Mirah.

Sebelumnya, permasalahan mengemuka dipicu janji PT Jasa Marga yang akan mengangkat 3.000 pekerja outsourcing di PT JLJ, anak perusahaan PT Jasa Marga, pada November 2015.

Namun, bukannya diangkat, ribuan pekerja itu malah dialihkan ke anak perusahaan PT Jasa Marga lain, yakni PT Jasa Layanan Operasi (JLO). Ribuan pekerja alih daya itu sudah bekerja sejak November 2013. Atas dasar ketidakjelasan manajemen, mereka awalnya berniat untuk mogok kerja dan juga menutup tol Jabodetabek pada 28, 29, dan 30 Oktober 2015. (ko/ek)

.