Lho, Bima kok Yakin Anak Buahnya Tidak Korupsi?

┬ęsindo
Bima Arya Sugiarto

Transbogor.co- Setelah dua PNS Pemkot Bogor ditetapkan tersangka

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dalam kasus pembebasan lahan Pasar Jambu Dua, Walikota Bogor, Bima Arya memerintahkan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Bogor untuk segera memberikan bantuan hukum kepada keduanya.

"Bagaimana pun juga sebagai aparatur sipil negara mereka harus mendapatkan pembelaan dihadapan hukum secara maksimal. Secara pribadi dan sebagai Kepala Daerah, saya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengajak semua pihak untuk mendahulukan asas praduga tidak bersalah,“ tukasnya, Kamis (29/10/2015).  

Dia melanjutkan, terkait proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Kejari Bogor. Bima menyampaikan keyakinannya  profesionalisme Kejaksaan dna hukum dapat berjalan berdasarkan penghormatan pada azas keadilan dan kepastian hukum.

Kata walikota Bogor, terkait kasus pembebasan lahan Jambu Dua merupakan program prioritas yang dilaksanakan sebagai kebutuhan mendesak untuk merelokasi PKL di Jalan MA Salmun yang telah ditertibkan beberapa bulan sebelumnya. Tapi, Bima malah mengaku yakin bawahannya tidak melakukan tindak pidana korupsi.   

“Saya yakin tidak ada unsur pidana atau kesengajaan untuk melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus ini," tuntasnya.

Dalam kaitan ini kiranya, lanjut Bima, Kejaksaan Negeri Bogor mempertimbangkan pernyataan Presiden dan Wakil Presiden dalam beberapa kesempatan yang menegaskan bahwa tataran kebijakan dan kesalahan administrasi tidak boleh dipidanakan.

"Namun demikian sekali lagi bahwa kami akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memohon kepada Kejaksaan Negeri Bogor untuk tidak melakukan penahanan kepada keduanya dan saya sendiri sebagai jaminannya. Karena, saya memiliki keyakinan keduanya tidak akan melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti, terlebih lagi proses pemeriksaannya telah berlangsung lama,"(feri/ek) 

.