Penjara sudah Over Kapasitas, Kalapas Masih Terima Tahanan Titipan

©feri
Suharman

Transbogor.co- Kendati kondisi sel sudah sangat sempit, Kepala  Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A, Paledang Bogor, Suharman mengatakan kesediaannya menerima tahanan titipan dari pihak kepolisian maupun kejaksaan.

"Kami siap menerima tahanan titipan. Kapan saja dan siapa pun yang yang menitipkannya," ujarnya kpeada Transbogor, di sela hari jadi Dharma Karyadhika ke-70 di Graha Rahardjo, Kota Bogor, Jumat (30/10/2015).

Ia menambahkan, prosedur penitipan tahanan yang diberlakukan selama ini, pihak Lapas Paledang menerima surat dari instansi kepolisian mau pun kejaksaan.       

"Jadi, tidak perlu ada komunikasi, jaksa atau polisi yang menitip tahanan bila disertai surat, kapan dan siapa pun dia akan kami terima," tandas Suharman.

Ditanya ruang tahanan yang digunakan untuk tahanan tindak pidana korupsi,  pihaknya enggan berkomentar lebih jauh.

"Saya belum bicara banyak. Nanti saja, ada waktunya. Apa yang mau dibicarakan," pungkasnya.

Sebelumnya, saat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly secara mendadadak melakukan inspeksi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Bogor, Rabu (29/07/2015) malam, diketahui kondisi Lapas Paledang sudah sangat tidak layak. Pasalnya, kamar sel lapas yang seharusnya untuk 634 orang kini telah dihuni oleh 1.039 orang.

Dampaknya, para penghuni terpaksa harus tidur dalam posisi jongkok karena kondisi penghuni yang sudah over kapasitas selain itu narapidana juga mengalamai kesulitan memperoleh air bersih.

Selanjutnya, di ruang A7, Lapas Paledang yang semestinya memiliki kapasitas lima orang, tapi fakta di lapangan diisi oleh 30 orang. Sementara, ruang tahanan A8 berkapasitas lima orang juga diisi sebanyak 31 orang.

Begitu juga di Blok Narkoba kamar 1B, kapasitas seharusnya untuk delapan orang diisi oleh 50 orang, kemudian kamar 3B berkapasitas sembilan orang diisi 50 orang. Di kamas 3B terdiri atas narapidana narkoba sebanyak 31 orang dan kemudian pidana umum lainnya 19 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di kamar 5B untuk tahanan narkoba, kapasitas lima orang diisi 53 orang, kemudian di blok rehabilitasi. Dan di blok khusus wanita yang berkapasitas 18 orang diisi 85 orang. Artinya,

Kepala Lapas Paledang terdahulu, Dwi Nastiti kepada Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dan Ketua Komnas HAM Nurkholis, pernah mengatakan, Lapas Paledang disebutkan sudah tidak layak dan over kapasitas. Tapi, kini setelah Suharman memimpin Lapas Paledang, malah menerima tahanan titipan kepolisian, selain kejaksaan. (feri/ek)         

.