Tak Ada Tindakan Perusakan Segel, Benarkah Satpol PP Kini Bak Macan Ompong?

©beritasatu.com
SEGEL : Satpol PP saat menempel lembaran keterangan penyegelan

Transbogor.co- Wibawa korps penegak perda Kabupaten Bogor disebut-sebut mulai tergerus ditandai dengan penyobekan penyegelan yang dilakukan terhadap 50 bangunan tak jauh dari GOR Pakansari. Reputasi Satpol PP pun dinilai nyaris bak macan ompong. Sebab, sejauh ini mereka hanya bersikap pasrah tanpa melakukan tindakan mencari siapa pelaku penyobekan segel tersebut .        

Menyikapi hal ini, Sekjen LIRA(Lumbung Informasi Rakyat ) Jonni Tumpal Sirait mempertanyakan ketegasan Sapol PP yang hingga saat ini belum juga menindak lanjuti pengrusakan segel di seputaran GOR Pakansari tersebut. Menurutnya, hal ini sudah  masuk dalam ranah pidana, karena sudah diatur dalam Perda dan KUHP.

"Apa lagi yang di tunggu ,pasal 232 KUHP ayat 1 sudah jelas bunyi nya" ucapnya kepada Transbogor, Jumat (30/10/2015).

Menurut Jonni, Bupati perlu lakukan evaluasi kepemimpinan di tubuh Sat pol PP kabupaten bogor , khususnya Kepala Bidang pemeriksaan dan pengawasan sehingga Tupoksi Penegak perda tidak tebang pilih di tengah-tengah masyarakat dan tidak hanya menyasar pedagang-padagang kecil

"Kalau tidak sanggup pegang amanah, di copot aja ganti dengan yang lebih mampu" ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(BPMPTSP) Kabupaten Bogor, Kardenal mengatakan, untuk kasus puluhan bangunan yang tidak memiliki izin disepanjang jalur GOR Pekansari tersebut, pihaknya sampai saat ini tidak mengerluarkan izin mendirikan bangunan  (IMB).

Ia menjelaskan perlu diketahui sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa izin untuk bangunan bodong yang ada di jalur GOR Pekansari itu tidak akan keluar.  Sebab disepanjang jalan tersebut nantinya  sebagai etalase Bumi Tegar Beriman,  bila izin diberikan tentunya akan membuat wajah Pemkab Bogor tidak bagus.

"Tapi bila masalah segel copot pihaknya tidak bisa memberikan tanggapan mendalam bukan ranah kami itu Penegak Perda," tutupnya.

Sebelumnya, segel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Bogor melempem hal tersebut seperti terlihat pada lima bangunan bodong yang copot diantara puluhan bangunan di jalur GOR Pakansari yang baru seminggu tersegel.

Sekedar diketahui, pada Pasal 232 KUHP yang menyatakan, barang siapa dengan sengaja memutus, membuang atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang. Atau dengan cara lain menggagalkan penutupan segel, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. (rifan/ek)

.