Ketua YSK : 2 PNS Belum Tentu Bersalah

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Meski Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor sudah menetapkan dua tersangka dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kasus lahan Jambu Dua, namun hal itu belum bisa disimpulkan bersalah. Sebab, bersalah atau tidaknya perlu diuji Pengadilan Tipikor. Demikian dikatakan Ketua Yayasan Satu Keadilan (YSK), Sugeng Teguh Santoso.

"Dengan mengujinya di pengadilan tipikor, kita bisa apakah  pelanggaran yang dilakukan dua tersangka  merupakan pelanggaran admistrasi atau pelanggaran pidana korupsi," ujar Sugeng kepada Transbogor di Botani Square, Jumat (30/10/2015).

Dikatakan Sugeng, proses penyidikan tindak pidana korupsi terkait penyerapan anggaran umumnya melibatkan banyak pihak.

"Biasanya kejaksaan menyidik yang termudah dahulu,siapa yang termudah untuk ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Menurutnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pemegang Anggaran (KPA), adalah pihak yang termudah untuk ditetapkan sebagai tersangka.

"Sebab mereka yang menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa. Nanti akan bisa dilihat alurnya, apakah ada keterlibatan atasan atau pihak lain," pungkasnya. (feri/ek) 

.