Jokowi "Di-spy" KPK Bilang "Gak"

  Warga memberikan tanda tangan di spanduk ketika pengumpulan petisi dukungan Jokowi Presiden 2014 di kawasan Bundaran hotel Indonesia, Jakarta, baru-baru ini. Kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju menjadi calon Presiden pada Pemilu 2014 mendatang foto: antara

Jakarta, Trans Bogor - Nah lho, kenapa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dimata-matai (spy).Adakah kaitannya pemasangan alat penyadap tersebut dengan dugaan kasus korupsi. Atau ada pihak lain yang ingin mengetahui lebih jauh soal pencapresan mantan walikota Solo ini.

Seperti cerita film action Hollywood. Di beberapa titik ruang dinas Jokowi ditemukan beberapa alat penyadap. Sebetulnya peristiwanya sudah lama, Desember 2013 lalu. Baru belakangan kembali jadi ramai setelah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengemukakan ada spionase yang menyusup di ruangan Jokowi.Alatnya buatan asing, tapi pemasangnya diduga "begundal-begundal" dalam negeri.

Sontak peristiwa ini membuat telinga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memerah. Maklum, yang punya "mainan begituan" saat ini baru KPK. 

Melalui juru bicaranya, KPK buru-buru melakukan bantahan bahwa mereka tidak pernah melakukan penyadapan di kediaman Jokowi.

"Apa kepentingan menyadap Jokowi? Kami tidak memiliki kepentingan untuk melakukan itu," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi di kantornya, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Meski begitu, Johan enggan memberitahukan metode KPK dalam melakukan penyadapan menilik komisi antigratifikasi itu memiliki teknologi canggih untuk mencuri dengar percakapan melalui telepon seluler.

Spekulasi mengenai penyadapan oleh KPK sempat berhembus mengingat jahjo Kumolo mengatakan bahwa spionase terhadap Jokowi, dilakukan oleh orang Indonesia bukan dari luar negeri.

Penyadapan itu diketahui oleh jajaran PDIP setelah orang nomor satu DKI itu melaporkan kepada petinggi partai tersebut ada spionase terhadap dirinya.

Jokowi sendiri mengaku enggan membicarakan hal itu tapi yang berbicara kepada publik justru Tjahjo.
Sebagaimana diberitakan, tiga alat sadap ditemukan di rumah dinas Jokowi. Menurut Jokowi, dia menemukan alat sadap buatan asing itu pada Desember 2013.(adh/ant)

 

.