Masyarakat Lagi Susah Kok Pemkab Bangun Hotel

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Rencana pembangunan hotel yang digelindingkan PT Sayaga Wisata mulai menuai reaksi publik. Wacana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor tak pelak banjir kritik. Sebab, pembangunan hotel yang menyedot biaya ratusan miliar dianggap bakal mubazir. Selain, tingkat hunian hotel yang minim belakangan ini, anggaran besar tersebut lebih baik diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat.    

Harusnya Pemkab Bogor lebih mengutamakan nilai substansial dari pembangunan tersebut. Bukan mengedepankan kemewahan,” tukas Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Djuanda, Ryan Hidayat kepada Transbogor, Senin (2/11/2015).  

Menurutnya, akan lebih baik jika Pemkab Bogor mengalihkan anggaran untuk memajukan perekonomian masyarakat, seperti sektor pariwisata.

“Semestinya, pemkab berkaca pada Pasal 33, Ayat 1-5 UUD 1945. Pada dasarnya semua pelaksanaan kebijakan harus dimanfaatkan demi kemakmuran masyarakat,” tuturnya.  

Komentar senada juga disampaikan Ketua Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Rendy Mulyadi. Dikatakannya, PT Sayaga perlu menggali potensi wisata yang  ada di Kabupaten Bogor.

“Jadi, bukan malah bangun hotel. Potensi wisata yang ada di Kabupaten Bogor itu luar biasa untuk berkontribusi pada PAD (Pendapatan Anggaran Daerah). Salah upaya yang bisa dilakukan, mensejahterakan masyarakat sekitar lokasi wisata. Bukan malah bangun hotel. Yang pasti, hotel itu bukan tempat wisata,” tuntasnya. (rifan/ek) 

.