Panwaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Kampanye PPP

   Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (kanan) berbincang dengan Ketua DPW-PPP Aceh Mohd. Faisal Amin pada peringatan hari lahir (harlah) PPP ke 41 di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, baru-baru ini. foto: antara

Tasikmalaya, Trans Bogor - Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menemukan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan pengurus Partai Persatuan Pembangunan dengan menggelar kegiatan gerak jalan melibatkan masyarakat banyak di Kecamatan Puspahiang, Tasikmalaya, Minggu (23/2/2014).

Ketua Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Bambang Lesmana mengatakan kegiatan massal itu ditemukan ada unsur kampanye terbuka melibatkan calon legislatif pengurus dari PPP serta wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum sekaligus sebagai Bupati Tasikmalaya.

"PPP itu mengadakan kegiatan jalan sehat di Kecamatan Puspahiang dengan atribut-atribut partai," kata Bambang.

Ia menuturkan, adanya laporan pelanggaran itu Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan Puspahiang melakukan penelitian dan pengawasan serta mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran seperti pemasangan atribut partai politik sekitar lokasi kegiatan.

"Kami menemukan bukti-bukti berupa pemasangan alat-alat peraga di sekitar lokasi jalan sehat untuk kami tindak lanjuti," katanya.

Selain menemukan pelanggaran kampanye terbuka PPP, kata Bambang, pihaknya menemukan keterlibatan Pegawai Negeri Sipil dalam acara kampanye berkedok jalan sehat itu.

"Ditemukan ada PNS yang disinyalir dikerahkan untuk mengikuti jalan sehat," kata Bambang.

Ia menjelaskan berdasarkan peraturan, pengurus PPP dan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum melanggar Pasal 83 tentang aturan kampanye yang menyebutkan tentang aturan kampanye yang diperbolehkan bersifat tertutup.

Sedangkan PPP, kata dia, melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang bahkan PNS untuk mengikuti gerak jalan berikut terdapat banyak atribut partai yang dipasang dan dibagikan kepada masyarakat.

"Jalan sehat sudah termasuk kampanye terbuka. Kalau jalan sehatnya tidak dilarang asal jangan libatkan partai. Jangan menjadikan jalan sehat sebagai kedok padahal kampanye," ucap Bambang.

Sementara itu, kegiatan jalan sehat bertemakan Jabarku singkatan "Jalan Bareng Kang Uu" yang diikuti warga, guru atau PNS berseragm olah raga dan anak-anak sekolah.

Dalam kegiatan itu dibagikan kupon, bros bergambar Suryadharma Ali dengan terdapat tulisan "SDA untuk Indonesia".

(adh/ant)

 

.