Sekdis DKP : Publik Bogor Sudah Sadar Enggan Rusak Lingkungan

©net
IKLAN : Pohon yang dijadikan media iklan kini tidak lagi ditemui dilingkungan Bogor

Transbogor.co – Seketaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor, Diyanto mengatakan, Surat Edaran Bupati Bogor tertanggal 10 Oktober 2013  tentang larangan menempel di pohon, banyak diapresiasi warga. Buktinya, di sejumlah tempat, banyak pepohonan tidak dimanfaatkan sebagai media iklan.    

"Alhamdulillah sejak surat edaran tersebut dikeluarkan, parpol atau orpol yang sering memanfaatkan atau mengeksplorasi pohon sebagai media sosialisasi, sekarang sudah tidak lagi memasang atribut di pohon-pohon," ujarnya kepada Transbogor, Selasa (3/10/2015).

Diyanto menambahkan dari pengamatannya pihaknya, akibat pemakuan di pohon-pohon, mendorong pohon menjadi kering lalu  mati.

"Jika pohon dipaku, kuman akan masuk ke dalam batang pohon sehingga menyebabkan batang pohon luka lalu mengering dan mati. Sama halnya jika manusia ditusuk jarum, pasti akan teriak. Pohon pun juga demikian," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum surat edaran tersebut dikeluarkan, bersama dinas terkait lainnya, mereka pernah melakukan pencabutan paku-paku di beberapa pohon yang ada di Tegar Beriman. Hasilnya cukup mencengangkan.

"Satu pohon, kami bisa kumpulkan 1,5 Kg paku dari berbagai ukuran. Memang pohon merupakan  media promosi yang paling gampang dan mudah," pungkasnya. (feri/ek)

.