Lantaran Proyek Molor, Kontraktor Didenda 5 Juta Perhari

©net
Ilustrasi

 

Transbogor - CV Global Utama Indonesia, pelaksana proyek revitalisasi kantor Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terancam terkena denda administrasi sebesar 5 juta rupiah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sanksi tersebut akan dikenakan pemkab, jika pemenang proyek senilai Rp 1.093.192.000.00 itu, tidak segera merampungkan pengerjaan proyek hingga tanggal 23 November 2015.

Lurah Cisarua, Endang Sumantri membenarkan adanya sanksi administrasi yang dikeluarkan Pemkab Bogor ke CV Global Utama Indonesia, dan Pemkab Bogor memberikan perpanjangan waktu selama satu bulan ke depan kepada pihak kontraktor.

"Kalau terjadi keterlambatan lagi, maka setiap hari pemborong harus membayar denda sebesar lima juta rupiah,"ungkapnya kepada transbogor.co.

Sesuai surat perintah kerja (SPK) sambung Endang, revitalisasi kantor kelurahan di mulai dari tanggal 27 Mei hingga 23 Oktober 2015 bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor.

"Nah yang jadi persoalan sampai sekarang pengerjaan belum juga selesai di kerjakan," paparnya.

Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan lebih dalam pembangunan proyek tersebut. Karena yang memiliki kewenangan  tersebut adalah Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman.

Masih menurutnya, keterlambatan pembangunan kantor terjadi akibat adanya kesalahan saat pemasangan tiang pintu masuk.

"Karena ada kesalahan, mau tidak mau haru dibongkar. Makanya membutuhkan waktu yang lama dan terjadi keterlambatan pengerjaan," imbuhnya. (ar/er)

 

.