Panglima TNI Murka, Pembunuh Tukang Ojek Bakal Dipecat dan Dihukum

©net
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

Transbogor.co- Ulah ala koboi oknum TNI Kostrad, Serda Yoyo yang menembak pengemudi ojek Marsin Samani alias Japra (40) di Jalan Mayor Oking, Cibinong, hingga tewas membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo murka. Gatot memberi perintah agar pelanggaran yang dilakukan oknum TNI disidangkan secara terbuka. Tujuannya, agar masyarakat tahu TNI tidak akan memberi keringanan pada anggotanya yang berbuat kriminal. Secara gamblang, Gatot juga mengatakan akan memecat pelaku penembakan tersebut.       

"Saya akan membuatkan surat telegram bahwa sekarang kejadian TNI yang berkaitan dengan masyarakat, sidang militernya terbuka," tukas Gatot Nurmantyo di Kompleks Istana, Rabu (4/11/2015), sebagaimana dilansir tempo.co.  

Dia mengatakan, masyarakat harus mengetahui seluruh proses pengadilan dengan transparan. "Kalau tidak seolah-olah TNI buat sidang yang membuat keringanan," kata Gatot.

Sebelumnya, terjadi penembakan oleh seorang anggota TNI Angkatan Darat dari Batalion Intel Intai Tempur Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Cilodong, Depok, bernama Serda Yoyo. Ia melakukan penembakan terhadap warga bernama Japra di Jalan Mayor Oking, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Insiden berawal saat Marsin yang menggunakan sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi B-6108-PGX menyerempet mobil Honda CRV berwarna perak bernomor polisi F-1239-DZ yang dikendarai Yoyo di Jalan Ciriung, Kecamatan Cibinong. Tidak terima kendaraannya disenggol, Yoyo langsung mengejar sepeda motor korban.

Yoyo diduga semakin kesal. Tepat di depan stasiun pengisian bahan bakar umum Ciriung, dia mengeluarkan pistol kemudian menembak korban tepat di kepala. Korban akhirnya tergeletak tewas di tengah jalan. (tem/ek) 

.