FPPHR : Kebijakan Bima Arya Sehari Tanpa Kendaraan Pribadi, Omdo!

  Ā©transbogor
Feri Batubara

Transbogor.co- Gagasan Walikota Bima Arya Sugiarto mensosialisasikan program sehari tanpa kendaraan yang dulu pernah digiatkannya hanya selama beberapa bulan di akhir tahun 2014 kini melempem. Entah Bima Arya lupa atau sengaja dilupakan, yang pasti program semula dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di Kota Bogor tersebut kini sudah mati suri alias mengalami ‘libur panjang tanpa batas waktu’.

Tak pelak sejumlah aktivis Kota Bogor pun menudingnya sebagai pemimpin daerah omdo (omong doang) yang cuma trampil melakukan pencitraan semata.

“Jika kebiajkan yang dibuat Bima Aria Sugiarto selaku walikota sudah menjadi perwali (peraturan walikota), maka kebijakan setiap Senin dilarang menggunakan kendaraan, dan hanya boleh pakai sepeda atau angkot, perlu dilaksanakan,” tukas Ketua Front Pemuda Penegak Hak Rakyat (FPPHR), saat diwawancarai Transbogor, Kamis (5/11/2015).

Dia melanjutkan, jika kebijakan itu saat ini malah tidak dilakukan Bima Aria sebagai kepala daerah Kota Bogor, juga jajarannya, maka patut dilakukan class action.

“Setahu saya, kebijakan Senin menggunakan sepeda atau angkot, belakangan ini tidak lagi terdengar dilakukan Bima Aria. Kalau Walikota Bogor saja sudah melanggar komitmennya, bisa ditebak jajarannya apalagi. Saya melihat, sosok Bima Aria sebagai walikota itu hanya sukses dalam membangun citra. Bukan kerja!,” tandas mantan aktivis Forkot yang bertempat tinggal di Jalan Kapten Yusuf, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan.

Pernyataan senada juga disampaikan Koordinator Jaringan Pengacara Publik, Maradang Hasoloan Sinaga. Dia menilai, Bima sengaja melupakan komitmen dan janji yang dibuatnya sendiri.

“Soal gagasan Senin harus bersepeda atrau harus gunakan angkot di jajaran Pemkot Bogor itu kan ide Bima Aria. Sekarang, malah Bima yang tidak melanjutkannya dengan memberi contoh kepada jajarannya melupakan program setiap Senin tidak menggunakan kendaraan pribadi. Artinya, tujuan Bima memmbuat kebijakan ini, hanya untuk membangun citra semata,” tandas MH Sinaga melalui sambungan telepon.         

Sebatas diketahui, Walikota Bogor Bima Arya November 2014 lalu mengeluarkan kebijakan sehari tanpa kendaraan pribadi untuk PNS di lingkungan Pemkot Bogor. Larangan tersebut, diberlakukan pada setiap hari Senin. Semua PNS di Pemkot Bogor, dilarang membawa kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua, menuju ke tempat kerjanya masing-masing.

"Jadi semua PNS di Pemkot Bogor tidak ada yang membawa kendaraan ke tempat kerjanya. Itu akan dimulai besok (Senin, 24/11/2014). Pelarangan ini hanya satu hari selama sepekan. Hanya hari Senin," tandas Bima usai menghadiri kegiatan perayaan Hari Ikan di GOR Pajajaran, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Minggu (23/11/2014) silam.

Larangan tersebut, kata Bima Arya, sedianya akan dituangkan dalam sebuah SK Walikota yang menunggu waktu untuk ditandatangani. "Saat ini memang masih sebatas imbauan. Tapi nanti itu kita buat aturannya dan kita terbitkan SK Walikota tentang itu. Artinya, jika sudah diterbitkan SKnya, maka yang melanggar akan ada sanksinya," kata Bima Arya. "Mereka yang melanggar, nanti akan kita jadikan juga sebagai catatan khusus," imbuhnya. (eko)

.