Pasca Silatnas, Dua Bos Golkar Kembali Berseteru

©net
ARB dam Agung Laksono

Transbogor.co- Pasca Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Golkar, iklim politik di partai berlambang beringin ini bukan menyurut, malah sebaliknya mulai memanas kembali. Upaya rekonsiliasi seperti nemeui jalan buntu, ketika kepengurusan Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Ancol mengajukan upaya kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menyerahkan kepengurusan partai berlambang pohon beringin itu ke tangan pengurus hasil Munas Bali.

Lawrence Siburian, Ketua Mahkamah Golkar versi Munas Ancol atau kubu Agung Laksono, mengatakan pernyataan kasasi tersebut telah diajukan  kubunya ke pihak Pengadilan Tinggi Jakarta, Senin (2/11) lalu.

"Kami sejak semula menggunakan dua jalur penyelesaian. Meskipun kami berkompromi dan bernegosiasi, jalur hukum tetap kami gunakan," ujarnya kepada mengutip CNN Indonesia, baru-baru ini.

Setelah Silatnas Golkar, sambungnya, kubu Agung dan kubu Aburizal Bakrie telah bersepakat mengenai sejumlah persoalan. Kesepakatan itu antara lain mengajukan calon kepala daerah yang sama pada pilkada serentak tahun 2015, mengelola kader yang duduk di badan legislatif secara bersama, merehabilitasi kader yang sempat dipecat akibat perseteruan kepengurusan dan pengoperasionalan kantor dewan pimpinan pusat untuk kepentingan bersama.

Antara Agung dan Aburizal juga sudah dijadwalkan bertemu untuk menuntaskan upaya islah. Tapi, menurutnya, Aburizal mengajukan syarat kepada Agung sebelum pertemuan itu.

"Syaratnya adalah kubu Agung harus menerima ARB sebagai ketua umum yang sah dan tidak akan ada lagi pembicaraan tentang munas bersama," katanya.

Jelas syarat ditolak mentah-menatah kubu Agung. Dan sejak itu pula, lanjutnya,  rencana pertemuan dua pimpinan partai berbeda versi mentah. Lawrence menyatakan, jalur hukum sebenarnya tidak akan mampu menyelesaikan sengketa kepengurusan Golkar. Mahkamah Agung tidak mengakui kepengurusan Munas Ancol, Bali bahkan Munas 2009 di Riau.

"Silatnas sudah bagus, tapi ARB berjalan mundur lagi. Seharusnya dia menerima usul munas bersama. Dia kan dapat mengajukan diri lagi pada munas itu," pungkasnya. (cnn/ek) 

.