Awas!, Buat Meme Mengkritik Bisa Dibui

©i.imgur.com
MEME : Bikin meme kritik kinerja wakil rakyat nantinya berpotensi dijerat edaran ujaran kebencian.

Transbogor.co- Hadirnya Surat Edaran (SE) Nomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech) menjadi tanda kebabsan berpendapat bakal terkebiri. Masyarakat pun jadi dibuat takut berekspresi. Alam demokrasi malah dibuat mundur, seperti era Orde Baru (Orba) dahulu. Hal itu dikatakam Pengamat Politik UI Agung Suprio.

"Secara psikologis SE Ujaran Kebencian ini membuat warga takut berekpresi di media sosial. Jangan sampai hanya karena bikin meme sebel ke DPR dikenai SE Ujaran Kebencian ini," katanya sebagaimana dikutip situs republika.co, baru-baru ini. 

Agung memberi contoh, mendatang membuat meme sebel sama DPR, meme DPR pakai masker, bukan tidak mungkin akan berakhir dibui.

"Jangan sampai hanya karena itu warga ditindak secara represif karena ini hal biasa," tegasnya.

Kalau sampai pembuat meme ditangkap polisi berdasarkan SE Ujaran Kebencian, kata dia, maka itu artinya demokrasi tercidera. DPR merupakan  pejabat publik, wajar kalau tindak tanduknya dikontrol rakyat. "Kalau hanya mengkritik DPR atau pemerintah lewat meme jangan sampai ditangkap. Kecuali kalau meme itu mengandung SARA, pronografi, fitnah," tutup Agung. (rep/ek)

.