Graziano Rossi : Gelar Juara Setiap Tahun, Kehormatan Sekali Seumur Hidup

©net
Valentino Rossi (kiri), dan Ayahnya, Graziano Rossi

Transbogor.co - Graziano Rossi merupakan orang kedua yang merasakan kekecewaan terbesar atas kegagalan anaknya, Valentino Rossi untuk menjadi juara dunia MotoGP 2015. Ayah The Doctor itu ikut menyoroti drama yang terjadi di Sirkuit Ricardo Tormo akhir pecan lalu.

Dari kampung halamannya di Urbino, Italia, Graziano Rossi ikut menyaksikan anaknya bertarung di MotoGP Valencia, Minggu (8/11/2015) malam WIB lalu. Rossi memberikan performa luar biasa karena berhasil finis keempat setelah start dari posisi paling belakang, meski itu tak cukup mengantarnya jadi juara dunia.

Sama seperti Rossi yang kecewa dengan aksi Marc Marquez, yang dia tuding menjadi pengawal Lorenzo menuju gelar juara dunia, Graziano juga dibuat kesal dengan rider asal Spanyol itu. Marquez disebutnya sudah kehilangan kehormatan di ajang MotoGP atas tindak-tanduknya di beberapa seri terakhir.

"Tidak ada yang memprediksikan tindakan (Marquez) seperti itu. Saya pikir kejuaraan dunia bisa Anda menangkan dalam setahun dan di tahun setelahnya Anda bisa kehilangan itu. Sementara kehormatan adalah sesuatu yang Anda dapat seumur hidup Anda, yang diraih jika Anda terus menunjukkannya," ucap Graziano di Gazzetta.

"Dalam hal ini, sudah ada kehormatan yang hilang," lanjut pria berusia 61 tahun itu.

Dilansir di detik.com, gelar juara dunia adalah sesuatu yang sakral. Karenanya memenangi dengan cara yang tidak fair tidak lantas membuat seorang pebalap bisa mendapatkannya.

"Jika Anda tidak bisa meraih kemenangan dengan cara tertentu, mungkin sebaiknya Anda tidak usah menang sama sekali. Buat apa menang jika caranya seperti itu? itu hal yang buruk. Apa lagi yang tersisa?"

"Gelar juara dunia adalah sesuatu yang magis, yang selalu Anda bawa di dalam hati Anda. Buat apa jika (gelar) itu tidak sebaik diri Anda sendiri?" cetus dia.

Rossi disebut Graziano akan kembali berupaya mendapatkan titelnya yang ke-10 dalam periode dua tahun mendatang. Usia Rossi memang akan bertambah, tapi itu diyakini tidak akan memberi banyak pengaruh dalam penampilannya di atas lintasan.

"Sekarang, untuk dua tahun ke depan, kami akan menyemangatinya meraih gelar yang ke-10. Valentino akan bertambah tua, tapi saya pikir dua atau tiga tahun lagi akan mengakibatkan perubahan besar. Di usianya yang ke-44, kami mungkin akan berganti olahraga," tuntas dia. (dtk)

 

.