Duh! Gagal Dilelang, KLPBJ Bakal Kembalikan Proyek ke SKPD

©net
ilustrasi

Transbogor.co - Sebanyak 1.220 paket proyek pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor di tahun anggaran 2015, hanya empat paket yang dinyatakan gagal tender.

"Hingga pertengahan November, sudah 1.215 paket selesai. Empat paket yang gagal dilelangkan adalah proyek pengadaan barang,"ungkap Kepala Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor, Hendrik Suherman, ditemui usai menutup Bimtek UU Barang dan Jasa yang ditujukan kepada penyedia jasa, PPK SKPD dan Pokja ULP di salah satu hotel di Cisarua, akhir pekan kemarin.

Disebutkan Hendrik, ada tiga penyebab keempat proyek tersebut gagal dilelang, yaitu perencanaan terlambat diusulkan Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD terkait, penyedia jasa tidak siap karena persyaratan administrasi dan harga terlalu mahal tidak sesuai Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

"KLPBJ tentunya akan  mengembalikan proyek yang gagal tender tersebut ke Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK masing-masing SKPD," terang Hendrik.

Sementara,lanjutnya, dari 1.220 paket pekerjaan yang dilaksanakan, terdiri dari 775 jasa kontruksi, dan sisanya pengadaan barang, jasa konsultasi, serta lainnya.

Sedangkan. SKPD penyelenggara proyek terbanyak yakni Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Ribuan paket tersebut nilainya Rp1,2 triliun, sumber anggarannya diserap dari APBD Kabupaten Bogor, APBD Provinsi Jabar dan APBN,"terang Hendrik.

Sebagai penyelenggara lelang, Hendrik berharap pemegang kegiatan proyek mengusulkan perencanaan lebih awal sehingga proyek bisa cepat dilelangkan.

"Seperti tahun ini, baru minggu ketiga Januari sudah dilelangkan 19 paket pekerjaan,"tutupnya. (ar/er)

.