Camat Desak Pemkab Sediakan Tempat Rehabilitasi PSK

©net
ilustrasi

Transbogor.co-Permasalahan dan penanganan penyakit masyarakat (pekat), terutama banyaknya pekerja seks komersial (PSK) yang terus mangkal di sepanjang pinggir jalan raya Kemang - Parung, di tempat hiburan malam (THM) dan di panti-panti pijat yang ada di wilayah Kecamatan Kemang dan sekitarnya, terus menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai bagi Pemkab Bogor.

 “Masalah PSK ini tidak berujung pangkal, karena memang solusi penanganannya tidak pernah diakukan secara tuntas,“ ujar Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono,saat ditemui transbogor.co Jum'at (20/112015)

Menurut Wahyu, seharusnya Pemkab Bogor memikirkan solusi konkrit dan komprehensif terkait penanganan PSK. “Percuma kalau cuma dirajia, didata dan dibina lalu kembali lagi berkeiaran jadi PSK,“ tuturnya.

Bahkan, kalaupun dibina dan dikirim ke dinas sosial di Jakarta atau Sukabumi, lanjut Wahyu, belum tentu diterima ditempat tersebut. “yang pasti proses pengurusannya saja sudah memakan waktu dan biaya,“ Cetus mantan Camat Tenjo ini.

Wahyu mengusulkan, Pemkab Bogor untuk membangun pusat rehabilitasi yang digunakan sebagai tempat pembinaan dan pelatihan kerja dan pelatihan peningkatan kemampuan serta keterampilan bagi para PSK.

“Sehingga PSK yang terjaring operasi penertiban dapat langsung dikirim ke panti rehabilitasi itu setelah dilakukan pendataan. Selanjutnya, bisa dilakukan pembinaan dan diberikan pelatihan keterampilan sesuai kemampuan masing-masing PSK,“ beber Wahyu.

Keberadaan pusat rehabilitasi, lanjut Wahyu akan mampu mengurangi jumlah PSK dan  menciptakan ketertiban umum di wilayah serta tercapainya program nobat.

 “Jika PSK punya keterampilan pasti mereka bisa bekerja. Tapi kalau cuma dirajia, didata, dan dibina seadanya seperti sekarang, ya percuma. Mereka akan tetap balik lagi jadi PSK dan berkeliaran dengan alasan eknomi.“ Tutupnya ( Nda)

.